MPR RI Wakil Rakyat Yang Tak Merakyat, KDM Bantu Bencana Aceh Dan Sumatra Gunakan Uang Pribadi

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bandung, REVOLUSI.co.id – Disaat bencana Banjir Sumatra dan Aceh memprokporandakan daerahnya, dan rakyat sedang dalam penderitaan serta membutuhkan bantuan bagi korban bencana banjir bandang, pejabat negara hanya bisa omon – OMON dan seakan tidak punya hati nurani.

Banjir bandang yang menimpa Provinsi Aceh dan Sumatra, seakan hanya menjadi perbincangan semata dalam ruang ber AC dan kursi empuk. Padahal anggota parlemen RI berjumlah 733 anggota, yang terdiri dari anggota DPR RI 580 anggota dan DPD RI 152 anggota.

Namun aneh nya mereka terlihat tidak bisa berdonasi seperti Gubernur Jawabarat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM yang berani mengeluarkan uang dari saku sendiri sebesar Rp. 1 miliyar bagi korban bencana Aceh dan Sumatra.

Seandainya anggota parlemen kita peduli bencana di Aceh dan Sumatra, serta mereka (anggota parlemen) menyumbangkan 1 miliyar satu anggota, maka bencana yang menimpa Provinsi Aceh dan Sumatra tidak akan ada yang kelaparan.

Bila dilihat dari beberapa perbincangan para pejabat mereka hanya mengandalkan bantuan yang bersumber dari APBN, seperti yang diungkapkan oleh salah satu anggota DPR RI yang mengatakan kami udah bantu triliyunan rupian. Ungkapan triliyunan rupiah itu bukan dari kantong pribadi melainkan dari APBD.

Hal yang menunjukan kebodohan diri nya sendiri, rakyat bisa membantu korban Aceh dan Sumatra hingga puluhan miliyar, tapi wakil nya sendiri yaitu wakil rakyat hanya bisa omon – OMON dan tidak berani mengeluarkan uang sendiri.

Inilah yang seharusnya menjadi catatan Rakyat Indonesia, yang dimana wakil – wakil rakyat yang mewakili kita semua, ternyata hanya bisa mengandalkan APBN dikala rakyat nya lagi susah dan mengalami bencana.

Perlu kita evaluasi kembali, jangan lagi terjadi rakyatnya sengsara dan menderita, sedangkan yang mewakili kita aman dan sejahtera tanpa peduli kepada raja nya yang sudah memberikan kepercayaan untuk mewakili rakyat.

( Catatan Radaksi )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Ahli Waris Laporkan Ketua PN Sumedang Ke KPK, Terkait Dugaan Penyalahgunaan Wewenang
“Starling” Kuningan dalam Cengkeraman Pungli dan Kekerasan Oknum Satpol PP
Pembajakan Hukum Oleh Bajingan POLRI, Skandal Kriminalisasi Faisal dan Matinya Nurani Polisi
BAP Tipu-tipu Polda Metro Jaya Muncul Kepermukaan Publik, Bukan Rahasia Umum
Gubernur Aceh Kunjungi Korban Pengeroyokan di Polda Metro Jaya
Hukum Rimba di Polda Metro Jaya, Keterlibatan Anggota DPR RI Ranny Fadh Arafiq
Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara  Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya
KPK di Ujung Pusaran “Permainan” Koruptor Yang Jadi Tahanan Rumah

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:43 WIB

​Menggugat Nurani di Tanah Pusako: Kritik Terbuka untuk Pemangku Kebijakan Pesisir Selatan

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:40 WIB

Politik “Rumah Gadang”: Mengembalikan Marwah Demokrasi di Ranah Minang

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:02 WIB

Jawaban Kades Cimerak Dituding Menyesatkan, Publik Desak Inspektorat Turun Tangan!

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:54 WIB

‎Dugaan “Mafia Peradilan” di PN Sumedang Menguat Dalam Kasus Tol Cisumdawu, KPK Jangan Diam

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:45 WIB

PPWI dan GIBAS Desak Plt Bupati Cilacap Segera Demosi Pejabat Terkait Kasus KPK

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:56 WIB

Peringati May Day, Komunitas KGenH dan TNI-Polri Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Sidareja

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:52 WIB

Peringati May Day, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Buruh Jalan Sehat di Ungaran

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:06 WIB

Penawaran Terjun 20%, PPK Dinkes Cilacap Didorong Uji Tajam AHSP Proyek Puskesmas Binangun

Berita Terbaru