Komersialisasi Perpisahan, Ketika Sekolah Menjual Gengsi di Atas Air Mata Wali Murid

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

            Oleh: Mulyadi tanjung

​Dunia pendidikan kita sedang dijangkiti tren yang melenceng jauh dari khitah edukasi. Saban tahun, ritual kelulusan bukan lagi dirayakan dengan sujud syukur atau refleksi ilmu, melainkan berubah menjadi ajang pamer kemewahan.

Pesta perpisahan di hotel dan kafe prestisius seolah menjadi standar baru yang wajib dipenuhi, meski harus dibayar dengan keringat dingin para orang tua yang ekonominya kembang kempis.

​Dalih “Kehendak Siswa” atau Jebakan Komite?
Narasi yang selalu dilempar ke publik adalah “ini keinginan siswa”. Namun, benarkah demikian? Publik patut curiga bahwa ini hanyalah kedok untuk menutupi desain besar yang dirancang oleh oknum panitia dan Komite Sekolah.

Patut diduga ada aroma kongkalingkong antara pihak sekolah, komite, dengan Event Organizer (EO) atau vendor tertentu.

​Siswa seringkali hanya dijadikan instrumen legitimasi. Panitia, dengan piawai, menyodorkan pilihan-pilihan yang sudah diarahkan ke pihak ketiga (EO). Di balik kesepakatan ini, muncul tanda tanya besar: Apakah ada kickback atau keuntungan pribadi yang mengalir ke kantong oknum tertentu dari setiap kepala siswa yang membayar iuran fantastis tersebut?

​Sekolah: Lembaga Pendidikan atau Agen Penyalur Proyek?
Seharusnya, sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki fungsi filter dan edukasi.

Guru dan kepala sekolah wajib memberikan pengertian bahwa esensi perpisahan adalah perayaan nilai, bukan pamer materi. Namun, ketika sekolah justru memberi lampu hijau atau bahkan memfasilitasi pungutan mewah ini, mereka secara tidak langsung sedang mempromosikan gaya hidup hedonisme dan diskriminasi sosial.

​Bagi wali murid yang mampu, iuran ratusan ribu hingga jutaan rupiah mungkin hanya sekadar angka.

Namun bagi mereka yang bekerja serabutan, uang sebesar itu adalah taruhan antara menyekolahkan anak ke jenjang berikutnya atau sekadar memuaskan nafsu seremonial sekolah.

Sangat ironis ketika sebuah lembaga pendidikan menutup mata terhadap tangisan wali murid yang harus berutang demi anaknya tidak merasa terkucilkan di pesta tersebut.

​Mendobrak Tembok Eksklusivitas
Sekolah bukan milik mereka yang berkantong tebal saja.

Perpisahan di dalam lingkungan sekolah jauh lebih bermartabat dan memiliki ikatan emosional yang kuat. Di sanalah tempat mereka berproses, dan di sanalah seharusnya mereka berpamitan secara sederhana.

​Sudah saatnya Dinas Pendidikan dan instansi terkait tidak hanya mengeluarkan imbauan mandul, tetapi tindakan tegas. Segala bentuk “bisnis perpisahan” yang memberatkan harus dihentikan.

Pendidikan harus dikembalikan sebagai alat pembebasan, bukan alat pemerasan berkedok kenang-kenangan.

​Jangan sampai ijazah yang belum kering tintanya sudah dinodai dengan beban utang orang tua hanya demi pesta semalam di hotel mewah. (Red)

Berita Terkait

Kepsek MI Al- Hidayah Leuwicariu Arjasari Ucap Syukur Dapat Bantuan Rehab Kelas
Disdik Kab. Bandung Diduga Giring Guru Ngaji Menangkan satu Paslon 
Pembangunan Paving block SMPN 2 Solokanjeruk, Tak Ayal Proyek Siluman
Taruna PKP Pangandaran Buka Suara, Oknum Direktur Injak Kepala Taruna
Pentas PAI Tingkat Jabar Resmi Dibuka, Sekda: Momentum Pendidikan Karakter dan Agama

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:43 WIB

​Menggugat Nurani di Tanah Pusako: Kritik Terbuka untuk Pemangku Kebijakan Pesisir Selatan

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:40 WIB

Politik “Rumah Gadang”: Mengembalikan Marwah Demokrasi di Ranah Minang

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:02 WIB

Jawaban Kades Cimerak Dituding Menyesatkan, Publik Desak Inspektorat Turun Tangan!

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:54 WIB

‎Dugaan “Mafia Peradilan” di PN Sumedang Menguat Dalam Kasus Tol Cisumdawu, KPK Jangan Diam

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:45 WIB

PPWI dan GIBAS Desak Plt Bupati Cilacap Segera Demosi Pejabat Terkait Kasus KPK

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:56 WIB

Peringati May Day, Komunitas KGenH dan TNI-Polri Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Sidareja

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:52 WIB

Peringati May Day, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Buruh Jalan Sehat di Ungaran

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:06 WIB

Penawaran Terjun 20%, PPK Dinkes Cilacap Didorong Uji Tajam AHSP Proyek Puskesmas Binangun

Berita Terbaru