Kab. Bandung, REVOLUSI.co.id– Dalam menuntaskan pembangunan sarana dan prasarana umum, kini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung, setiap tahunnya menggelar pekerjaan rabat beton agar jalan yang ada di Kabupaten Bandung, bagus dan tidak lagi berlubang.
Agar tampak adanya pemerataan pembangunan DPUTR Kab. Bandung, setiap tahun nya terus menggelar pembangunan baik drainase maupun rabat beton dan hotmix.
Namun untuk pembangunan rabat beton yang sekarang ini sedang dikerjakan yaitu di Kampung Ciraab Desa Sudi Kec. Ibun, seakan tidak ada transparansi dalam pembangunannya, salah satu nya tidak ada nya papan informasi proyek, dan tidak menggunakan beskos atau giling basah, namun yang terjadi hanya ditutup oleh tanah,
Selain itu juga untuk ketebalan rabat betonnya sendiri harus menjadi perhatian bagi konsultan pengawas, karena untuk ketebalan rabat beton banyak terjadi pengurangan, bahkan dalam 1 titik pengerjaan rabat beton ketebalan nya bervariasi, maka dari itu perlu adanya pengawasan yang ketat dari konsultan pengawas.
Karena banyak oknum pihak ke 3 yang selalu memainkan RAB ketebalan ( tinggi ) rabat beton, yang dimana dalam RAB Ketebalan (tinggi ) rabat beton seharusnya 20, terkadang oknum pihak ke 3 memasang ketinggian mulai dari 20 cm sampai 17 cm, jadi ini yang perlu diperhatikan, dan sudah seharus nya dalam melakukan coring menggunakan sistem acak buak sistem tunjuk.
Dengan demikian pembangunan rabat beton Ciraab Desa Sudi Kec. Ibun, konsultan pengawas harus mengukur ulang ketebalan ( tinggi ) bekisting dan diambil sumbu tengah, agar tampak ketebalan nya berapa. Jadi bila konsultan pengawas jeli maka DPUTR Kab. Bandung tidak akan bisa dikelabui oleh pihak ke 3.
Perlu kita ketahui juga, bahwa dalam melakukan coring, pihak DPUTR seharusnya melibatkan awak media agar pemborong ( pihak ke 3 ) yang berlaku curang dalam pengurangan ketinggian atau ketebalan beton, dapat dilaporkan dengan jelas, dan menjadikan epek jera bagi para pelaku usaha kontruksi.
Untuk Rabat beton desa Sudi sendiri yang kini, Selasa (28/04) sedang berjalan harus diawasi dengan jeli, karena dari pemasangan bekisting sendiri di duga ada beberapa titik jalan yang ketinggiannya kurang dari 20cm, karena di ukur dari bekisting kiri dan kanan, diambil titik sumbu tengah, ada titik yang dibawah 20cm.
Namun sangat disayangkan sekali saat menanyakan kepada beberapa pekerja, dan pekerja hanya menjawab nanti saja kepada pelaksana dilapangan, dan pelaksananya juga lagi menuju ke lokasi dan sekarang lagi di jalan.
”Pelaksananya lagi di jalan, mungkin sebentar lagi datang, dan Saha nya pekerja saja, seluruh instruksi pekerjaan sudah di instruksikan oleh pelaksana lapangan dan kami hanya tinggal melaksanakan pekerjaan saja,” Jelas beberapa pekerja.
Namun sangat disayangkan sekali setelah Berjam – jam menunggu seorang pelasana lapangan pengerjaan rabat beton Kampung Ciraab Desa Sudi Kec. Ibun, hingga sore tidak muncul – muncul padahal ada beberapa yang ingin dipertanyakan, salah satu nya papan informasi proyek, volume dan ketebatan yang bervariasi. (Asep.S )



























