Rabat Beton Siluman di Ciraab Ds. Sudi Kec. Ibun, Harus Ketat Pengawasan

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Kab. Bandung, REVOLUSI.co.id– Dalam menuntaskan pembangunan sarana dan prasarana umum, kini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung, setiap tahunnya menggelar pekerjaan rabat beton agar jalan yang ada di Kabupaten Bandung, bagus dan tidak lagi berlubang.

‎Agar tampak adanya pemerataan pembangunan DPUTR Kab. Bandung, setiap tahun nya terus menggelar pembangunan baik drainase maupun rabat beton dan hotmix.

‎Namun untuk pembangunan rabat beton yang sekarang ini sedang dikerjakan yaitu di Kampung Ciraab Desa Sudi Kec. Ibun, seakan tidak ada transparansi dalam pembangunannya, salah satu nya tidak ada nya papan informasi proyek, dan tidak menggunakan beskos atau giling basah, namun yang terjadi hanya ditutup oleh tanah,

‎Selain itu juga untuk ketebalan rabat betonnya sendiri harus menjadi perhatian bagi konsultan pengawas, karena untuk ketebalan rabat beton banyak terjadi pengurangan, bahkan dalam 1 titik pengerjaan rabat beton ketebalan nya bervariasi, maka dari itu perlu adanya pengawasan yang ketat dari konsultan pengawas.

Karena banyak oknum pihak ke 3 yang selalu memainkan RAB  ketebalan ( tinggi ) rabat beton, yang dimana dalam RAB Ketebalan (tinggi ) rabat beton  seharusnya 20, terkadang oknum pihak ke 3 memasang ketinggian mulai dari 20 cm sampai 17 cm, jadi ini yang perlu diperhatikan, dan sudah seharus nya dalam melakukan coring menggunakan sistem acak buak sistem tunjuk.

Dengan demikian pembangunan rabat beton Ciraab Desa Sudi Kec. Ibun, konsultan pengawas harus mengukur ulang ketebalan ( tinggi ) bekisting dan diambil sumbu tengah, agar tampak ketebalan nya berapa. Jadi bila konsultan pengawas jeli maka DPUTR Kab. Bandung tidak akan bisa dikelabui oleh pihak ke 3.

‎Perlu kita ketahui juga, bahwa dalam melakukan coring, pihak DPUTR seharusnya melibatkan awak media agar pemborong ( pihak ke 3 ) yang berlaku curang dalam pengurangan ketinggian atau ketebalan beton, dapat dilaporkan dengan jelas, dan menjadikan epek jera bagi para pelaku usaha kontruksi.

‎Untuk Rabat beton desa Sudi sendiri yang kini, Selasa (28/04) sedang berjalan harus diawasi dengan jeli, karena dari pemasangan bekisting sendiri di duga ada beberapa titik jalan yang ketinggiannya kurang dari 20cm, karena di ukur dari bekisting kiri dan kanan, diambil titik sumbu tengah, ada titik yang dibawah 20cm.

Namun sangat disayangkan sekali saat menanyakan kepada beberapa pekerja, dan pekerja hanya menjawab nanti saja kepada pelaksana dilapangan, dan pelaksananya juga lagi menuju ke lokasi dan sekarang lagi di jalan.

‎”Pelaksananya lagi di jalan, mungkin sebentar lagi datang, dan Saha nya pekerja saja, seluruh instruksi pekerjaan sudah di instruksikan oleh pelaksana lapangan dan kami hanya tinggal melaksanakan pekerjaan saja,” Jelas beberapa pekerja.

Namun sangat disayangkan sekali setelah Berjam – jam menunggu seorang pelasana lapangan pengerjaan rabat beton Kampung  Ciraab Desa Sudi Kec. Ibun, hingga sore tidak muncul – muncul padahal ada beberapa yang ingin dipertanyakan, salah satu nya papan informasi proyek, volume dan ketebatan yang bervariasi. (Asep.S )

Berita Terkait

Produksi Seragam Anak di Aneka Jaya Kosambi Kota Bandung Diduga Tidak Kantongi Sertifikat SNI
Rumah warga RT 03 RW 09 Desa Majakerta Majalaya Mau Roboh, Pemerintah Tidak Ada Perhatian
Perkuat Sinergitas Kamtibmas, Polsek Majalaya Gelar Apel Gabungan Bersama Masyarakat
Korupsi Laptop BGN Capai Rp500 Miliar: BPK dan Kejagung Mulai Bergerak, PPWI Desak Pencopotan Kepala BGN
‎Jembatan Radug  Penghubung Kec. Ibun Dan Majalaya Terbelah, Warga Dihimbau Cari Jalan alternatif
Gaji Pekerja Lebih Besar Dari Biaya Rehab  Dalam Rehabilitasi Perpustakaan SDN di Kab. Bandung, RAB Yang Menyesatkan
Rehabilitasi Gedung Perpustakaan SDN Padaasih Paseh makan waktu 60 hari, Diduga Untungkan Pihak Ke 3
Gebyar HUT Perumda Air Minum Tirta Raharja yang ke 49 tahun, Biaya Pemasangan Hanya Rp 1 juta

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:55 WIB

‎Heboh Harga BBM Pertalite Lebih Mahal Dari Pertamax, Rakyat Pertanyakan Subsidi

Selasa, 28 April 2026 - 18:42 WIB

“Starling” Kuningan dalam Cengkeraman Pungli dan Kekerasan Oknum Satpol PP

Rabu, 22 April 2026 - 10:58 WIB

Pembajakan Hukum Oleh Bajingan POLRI, Skandal Kriminalisasi Faisal dan Matinya Nurani Polisi

Rabu, 22 April 2026 - 10:51 WIB

BAP Tipu-tipu Polda Metro Jaya Muncul Kepermukaan Publik, Bukan Rahasia Umum

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:05 WIB

Gubernur Aceh Kunjungi Korban Pengeroyokan di Polda Metro Jaya

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:36 WIB

Hukum Rimba di Polda Metro Jaya, Keterlibatan Anggota DPR RI Ranny Fadh Arafiq

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:56 WIB

Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara  Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:14 WIB

KPK di Ujung Pusaran “Permainan” Koruptor Yang Jadi Tahanan Rumah

Berita Terbaru