PMI Cilacap Disorot: Aktivis Pertanyakan Transparansi Dana Masyarakat dan “Jual Beli” Darah

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilacap, REVOLUSI.co.id-Pengelolaan dana di tubuh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap mulai menuai kritik tajam. Aktivis lokal, Cucu Iskandar, secara terbuka melontarkan kritik pedas terkait minimnya transparansi laporan pertanggungjawaban (LPJ) atas dana yang dihimpun dari masyarakat.

​Dalam keterangannya di hadapan awak media, Senin (11/5), Cucu menyoroti dua poin penting yang selama ini dianggap tidak jelas peruntukannya: penarikan dana rutin dari sektor pendidikan dan pemerintahan desa, serta mekanisme biaya di Bank Darah PMI.

​Cucu Iskandar menegaskan bahwa penarikan dana PMI yang menyasar anak sekolah dan pegawai desa dilakukan setiap tahun. Namun, hingga saat ini, publik jarang atau bahkan tidak pernah melihat laporan pertanggungjawaban yang komprehensif mengenai hasil penarikan tersebut.

​”Penarikan dana PMI dari anak sekolah dan pegawai desa selama ini tidak ada laporan pertanggungjawaban. Padahal, tiap tahun penarikan itu selalu ada,” tegas Cucu kepada media.

Menurutnya, sebagai lembaga yang mengelola dana dari kontribusi langsung masyarakat, PMI seharusnya mengedepankan prinsip keterbukaan informasi publik.

​Selain masalah iuran, Cucu juga menyinggung fenomena yang ia sebut sebagai praktik “jual beli” darah di Bank Darah PMI.

Hal ini sering menjadi keluhan masyarakat yang merasa terbebani saat membutuhkan kantong darah, meski mereka telah berkontribusi melalui iuran rutin.

​”Seharusnya ada transparansi publik karena dana tersebut berasal dari penarikan terhadap masyarakat. Publik berhak tahu ke mana aliran dana itu dialokasikan,” tambahnya.

​Kritik ini menjadi sinyal bagi jajaran pengurus PMI Cilacap untuk segera memberikan klarifikasi resmi guna menghindari spekulasi negatif di tengah masyarakat.

Transparansi dinilai menjadi kunci utama agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kemanusiaan ini tidak luntur.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak PMI Kabupaten Cilacap belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik dan tudingan yang dilontarkan oleh aktivis tersebut.
(Tim/Red)

Berita Terkait

Diduga Gelapkan Modal Investasi dari Pensiunan TNI, Oknum Pimpinan LPK di Sidareja Dilaporkan ke Polisi
​Menggugat Nurani di Tanah Pusako: Kritik Terbuka untuk Pemangku Kebijakan Pesisir Selatan
Politik “Rumah Gadang”: Mengembalikan Marwah Demokrasi di Ranah Minang
Proyek Sekolah Rakyat Majenang Dikeluhkan, Ceceran Lumpur PT Wika Ancam Nyawa Pengguna Jalan
Jawaban Kades Cimerak Dituding Menyesatkan, Publik Desak Inspektorat Turun Tangan!
‎Dugaan “Mafia Peradilan” di PN Sumedang Menguat Dalam Kasus Tol Cisumdawu, KPK Jangan Diam
PPWI dan GIBAS Desak Plt Bupati Cilacap Segera Demosi Pejabat Terkait Kasus KPK
Peringati May Day, Komunitas KGenH dan TNI-Polri Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Sidareja

Berita Terkait

Sabtu, 28 Desember 2024 - 19:05 WIB

Kepsek MI Al- Hidayah Leuwicariu Arjasari Ucap Syukur Dapat Bantuan Rehab Kelas

Kamis, 5 September 2024 - 18:57 WIB

Disdik Kab. Bandung Diduga Giring Guru Ngaji Menangkan satu Paslon 

Kamis, 29 Agustus 2024 - 14:24 WIB

Pembangunan Paving block SMPN 2 Solokanjeruk, Tak Ayal Proyek Siluman

Kamis, 15 Agustus 2024 - 12:18 WIB

Taruna PKP Pangandaran Buka Suara, Oknum Direktur Injak Kepala Taruna

Senin, 1 Juli 2024 - 06:17 WIB

Pentas PAI Tingkat Jabar Resmi Dibuka, Sekda: Momentum Pendidikan Karakter dan Agama

Berita Terbaru