Merasa Terancam, Anak Wartawan Korban Kebakaran Ingin Bicara 4 mata Sama Kapolda Sumut

- Jurnalis

Selasa, 2 Juli 2024 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Karo,  Revolusi.co.id —Atas insiden kebakaran yang mengakibatkan Wartawan Tribata.tv Sempurna Pasaribu berserta istri,anak dan cucunya meninggal dunia pada Kamis, ( 27/06) kemarin di rumah yang di huninya,Jalan Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo.

Minggu,(30/06) tim Labfor Polda Sumut kembali ke lokasi kejadian kebakaran guna olah TKP.

Tim Labfor Polda Sumut datang bersama Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Iman Efendi, M.Si.

Dalam kunjungan Kapolda Sumut ke keluarga korban, Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Iman Efendi, M.Si., mengucapkan belasungkawa atas kepergian Almarhum Sempurna Pasaribu, pada keluarga yang di tinggalkan sabar dan tabah.

Saat kehadiran Kapolda Sumut, Eva Br Pasaribu (30) anak Alm.Sempurna Pasaribu dan Almh.Elfrida Ginting (istri) mengucapkan banyak terimakasih kepada Kapolda Sumut karena menyempatkan diri untuk datang menemui kami dan juga ikut prihatin atas insiden yang menimpa keluarga kami.

Ketika awak media mewawancarai Eva Br Pasaribu di rumah keluarganya mengatakan,ada banyak yang ingin saya sampaikan kepada bapak Kapolda dan saya berharap bisa ngomong empat mata bersama bapak Kapolda Sumut dengan nada sedih.

Lanjut eva, saya merasa terancam pada saat semalam dipanggil untuk wawancara dimintai keterangan ke kantor polisi, saya merasa terancam,saya merasa kata kata itu harus saya ia kan bukan dari kemauan saya.

“Agar bapak Kapolda memberi waktunya  sedikit lagi untuk mendengarkan keluh kesah saya, saya mohon untuk bapak kapolda membantu kami bapak Kapolda agar di usut tuntas sampai ke akar akarnya”.tutup Eva. (R)

Berita Terkait

​PPNI Tegaskan Aksi Terkait Polemik Izin Rumah Ibadah Murni Gerakan Rakyat
PMI Cilacap Disorot: Aktivis Pertanyakan Transparansi Dana Masyarakat dan “Jual Beli” Darah
Diduga Gelapkan Modal Investasi dari Pensiunan TNI, Oknum Pimpinan LPK di Sidareja Dilaporkan ke Polisi
​Menggugat Nurani di Tanah Pusako: Kritik Terbuka untuk Pemangku Kebijakan Pesisir Selatan
Politik “Rumah Gadang”: Mengembalikan Marwah Demokrasi di Ranah Minang
Proyek Sekolah Rakyat Majenang Dikeluhkan, Ceceran Lumpur PT Wika Ancam Nyawa Pengguna Jalan
Jawaban Kades Cimerak Dituding Menyesatkan, Publik Desak Inspektorat Turun Tangan!
‎Dugaan “Mafia Peradilan” di PN Sumedang Menguat Dalam Kasus Tol Cisumdawu, KPK Jangan Diam

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 20:21 WIB

​PPNI Tegaskan Aksi Terkait Polemik Izin Rumah Ibadah Murni Gerakan Rakyat

Senin, 11 Mei 2026 - 13:30 WIB

PMI Cilacap Disorot: Aktivis Pertanyakan Transparansi Dana Masyarakat dan “Jual Beli” Darah

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:43 WIB

​Menggugat Nurani di Tanah Pusako: Kritik Terbuka untuk Pemangku Kebijakan Pesisir Selatan

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:40 WIB

Politik “Rumah Gadang”: Mengembalikan Marwah Demokrasi di Ranah Minang

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:33 WIB

Proyek Sekolah Rakyat Majenang Dikeluhkan, Ceceran Lumpur PT Wika Ancam Nyawa Pengguna Jalan

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:02 WIB

Jawaban Kades Cimerak Dituding Menyesatkan, Publik Desak Inspektorat Turun Tangan!

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:54 WIB

‎Dugaan “Mafia Peradilan” di PN Sumedang Menguat Dalam Kasus Tol Cisumdawu, KPK Jangan Diam

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:45 WIB

PPWI dan GIBAS Desak Plt Bupati Cilacap Segera Demosi Pejabat Terkait Kasus KPK

Berita Terbaru