Beranikah Prabowo Terbitkan Perpu Perampasan Aset ???

- Jurnalis

Selasa, 1 April 2025 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

REVOLUSI.co.id-  Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ), sekarang ini sedang mengalami sakit kronis, karena negara Indonesia yang disebut – sebut sebagai negara subur dan makmur serta kaya akan kekayaan alam nya, kini hanya menjadikan rakyatnya sengsara.

Koruptor semakin hari semakin menggila, bahkan uang negara yang di ambil koruptor mencapai ratusan bahkan ribuan triliun. Ini diakibatkan karena pengelolaan negara yang tidak baik dan benar, bahkan sistem admistrasi yang buruk sehingga korupsi di Indonesia semakin menggila.

Namun anehnya seorang pemimpin negara ini tidak mampu menghentikan praktek – praktek korupsi yang masif, walau lembaga anti rasua tergolong banyak, salah satunya POLRI, Kejaksaan, bahkan KPK ( Komisi Pemberantasan Korupsi ) kini hanya terbaring lemah tanpa ada aksi, dan seolah – olah terbelenggu.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR RI ) hanya sebatas makan gaji buta saja, tanpa ada komitmen yang kuat untuk memberantas para koruptor di negeri ini. Dengan berbagai alasan mereka ( DPR RI ) menolak pengesahan RUU perampasan aset, yang dimana bila RUU perampasan aset di sahkan akan memakmurkan negara dan rakyat, namun DPR RI seolah – olah hadir bukan untuk rakyat.

Namun seandainya ada keberanian dari Presiden Prabowo, untuk mengeluarkan Perpu ( peraturan pengganti undang – undang ) perampasan aset, maka rakyat akan lebih percaya kepada pemerintah dan tidak percaya kepada DPR RI.

Perlu adanya keberanian dari Presiden Prabowo untuk menerbitkan perpu perampasan aset agar negara ini makmur dan rakyat sejahtera, tanpa harus meminjam APBN kepada tengkulak – tengkulak asing yang mau merampas seluruh kekayaan Indonesia.

Adakah terpikirkan di benak Presiden Prabowo untuk menerbitkan Perpu perampasan aset bagi para koruptor, apakah hanya sekedar omon -omon saja. ( Redaksi )

Berita Terkait

Ahli Waris Laporkan Ketua PN Sumedang Ke KPK, Terkait Dugaan Penyalahgunaan Wewenang
“Starling” Kuningan dalam Cengkeraman Pungli dan Kekerasan Oknum Satpol PP
Pembajakan Hukum Oleh Bajingan POLRI, Skandal Kriminalisasi Faisal dan Matinya Nurani Polisi
BAP Tipu-tipu Polda Metro Jaya Muncul Kepermukaan Publik, Bukan Rahasia Umum
Gubernur Aceh Kunjungi Korban Pengeroyokan di Polda Metro Jaya
Hukum Rimba di Polda Metro Jaya, Keterlibatan Anggota DPR RI Ranny Fadh Arafiq
Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara  Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya
KPK di Ujung Pusaran “Permainan” Koruptor Yang Jadi Tahanan Rumah

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:43 WIB

​Menggugat Nurani di Tanah Pusako: Kritik Terbuka untuk Pemangku Kebijakan Pesisir Selatan

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:40 WIB

Politik “Rumah Gadang”: Mengembalikan Marwah Demokrasi di Ranah Minang

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:02 WIB

Jawaban Kades Cimerak Dituding Menyesatkan, Publik Desak Inspektorat Turun Tangan!

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:54 WIB

‎Dugaan “Mafia Peradilan” di PN Sumedang Menguat Dalam Kasus Tol Cisumdawu, KPK Jangan Diam

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:45 WIB

PPWI dan GIBAS Desak Plt Bupati Cilacap Segera Demosi Pejabat Terkait Kasus KPK

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:56 WIB

Peringati May Day, Komunitas KGenH dan TNI-Polri Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Sidareja

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:52 WIB

Peringati May Day, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Buruh Jalan Sehat di Ungaran

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:06 WIB

Penawaran Terjun 20%, PPK Dinkes Cilacap Didorong Uji Tajam AHSP Proyek Puskesmas Binangun

Berita Terbaru