Kab. Bandung, REVOLUSI.co.id -Ketua Yayasan Pendidikan Pembangunan Generasi Muda Indonesia (YPPGMI) H. Asep Ikhsan, S.E., S.Pd., M.M., secara resmi membuka Masa Orientasi Perguruan Tinggi (MOPT) Pramuda Sekolah Tinggi Kesehatan Indonesia (STKINDO) Wirautama tahun 2025. Acara berlangsung di halaman kampus STINDO Wirautama Graha Wirakarya, Jalan Laswi, Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (25/09/2025).
Acara ini dihadiri oleh mahasiswa baru, Forkopimcam Ciparay, dosen, dan lektor. Dalam sambutannya,
H. Asep Ikhsan menyampaikan harapannya agar kegiatan ini senantiasa mendapat ridho dari Allah SWT dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.
“Masa orientasi ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus, dengan konsep murah, mudah, meriah, menyenangkan, dan mudah diikuti,” ujarnya.
Konsep ini bertujuan agar mahasiswa dapat beradaptasi secara fisik dan lingkungan, serta mempermudah proses pembelajaran di lingkungan STKINDO Wirautama.
H. Asep Ikhsan juga menyampaikan bahwa tahun ini STKINDO Wirautama menyelenggarakan pendidikan pelatihan bahasa Jepang dengan peserta sebanyak 140 orang. Program ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bandung dengan Yayasan Pendidikan Pembangunan Generasi Muda Indonesia, serta aspirasi dari dewan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada dewan pengawas yayasan, Bapak Arif Budiman, yang selalu konsen dalam menyiapkan kegiatan ini, termasuk kegiatan magang ke Jepang yang insya Allah akan dimulai pada tanggal 7,” tambahnya.
Beliau juga menyampaikan selamat dan terima kasih kepada orang tua mahasiswa baru yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk dididik di STKINDO Wirautama. H. Asep Ikhsan menekankan pentingnya tanggung jawab mahasiswa sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, H. Asep Ikhsan juga menyinggung konsep “Panca Waluya” yang berfokus pada kesehatan lahir batin. Ia berharap STKINDO Wirautama dapat menciptakan manusia yang sempurna, yang mampu mengolah pikirannya dengan baik.
Menghadapi bonus demografi Indonesia pada tahun 2020-2030, di mana 70% penduduk merupakan angkatan kerja, H. Asep Ikhsan menekankan pentingnya keterampilan, kemampuan, dan kompetensi. “Bonus demografi ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar menjadi kebahagiaan, bukan bencana,” pungkasnya. (GS)



























