Hebat 2 Penghulu Asal KUA Bojongsoang Jadi Kep. KUA, Langkahi  ASN Golongan IV

- Jurnalis

Kamis, 7 November 2024 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Kab. Bandung, REVOLUSI.co.id –  Rotasi dan promosi di tubuh Kementrian Agama Kabupaten Bandung, diduga berbau kepentingan, hal ini, terlihat dari pengangkatan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Bandung, lebih diutamakan golongan II.

Bahkan menurut sumber, bahwa pengangkatan itu tidak mencerminkan norma -norma senioritas dan berdasarkan golongan, karena terlihat di Kemenag Kab. Bandung, masih ada golongan IV yang sudah seharusnya diberdayakan menjadi kepala KUA, namun yang terjadi malah diabaikan.

Bahkan dalan rotasi dan promosi yang sudah dilaksanakan beberapa Minggu yang lalu ada 7 Kepala KUA yang diangkat dari golongan III, hal ini penuh dengan dugaan yang tak sedap dilingkungan Kemenag, bahkan ada yang mengatakan bahwa rotasi dan promosi yang telah dilaksanakan penuh dengan kepentingan.

Bahkan ada yang menduga untuk asesmen saja, golongan III di duga digelar secara mendadak, bahkan ada yang mengatakan 3 bulan sebelum pelantikan digelar asesmen terhadap golongan III. Duga dugaan seperti itu muncul setelah pemberitaan dari Surat Kabar Online REVOLUSI.co.id.

Bahkan ada beberapa ASN Kemenag yang golongan IV mengatakan Bahwa  pelantikan Kepala KUA  seolah – ada sesuatu hal yang menghampiri, karena sebelum golongan III yang dipromosikan sebagai kepala KUA harus nya golongan VI.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang Narasumber yang enggan disebutkan identitasnya, saat dihubungi, mengatakan,” Rotasi dan promosi ini seakan hanya untuk ASN golongan III saja, karena 3 bulan menjelang lepantikan ASN golongan III melakukan asesmen,” jelasnya.

Bahkan tidak ada yang menawarkan kepada golongan IV untuk asesmen, seolah -olah ini misi tersembunyi, bahkan perkataan Kasubag TU  Asep, uang mengatakan bahwa golongan VI tidak mau asesmen itu bohong, karena saya sendiri tidak pernah ditawari untuk ikut asesmen,” Jelasnya.

“Jadi dalam rotasi dan promosi yang dilaksanakan di Kementrian Kab. Bandung dugaan saya telah terjadi KKN, dengan cara ada penawaran kepada golongan III. Maka untuk itu saya pun sangat menyayangkan dengan hal itu,” Jelasnya.

Sangat kentara sekali adanya Indikasi  KKN di tubuh Kemenag Kab. Bandung, karena 2 penghulu yang berasal dari KUA Bojongsoang yang nota Bene masih golongan III, langsung di promosikan sebagai Kepala KUA, dan dilantik dua duanya,

Hal ini yang menjadi sorotan di publik terutama  dilingkungan  Kemenag Kab. Bandung, yang dimana golongan VI tidak sama sekali diberitahu, bahwa  akan ada promosi dan tidak di beritahukan untuk melaksanakan asesmen.

Bahkan beberapa ASN dilingkungan Kemenag Kab. Bandung merasa kecewa, karena hanya golongan III yang diutamakan, dan sudah seharusnya menjadi evaluasi bagi Kemenag Kanwil Jawa Barat.

“Ya kalau kecewa ya memang kecewa karena kami sebagai ASN di Kemenag  golongan VI merasa dilangkahi oleh ASN golongan III, bisa -bisa nya yang di promosikan ASN golongan III, yang lebih hebat lagi penghulu di  KUA Bojongsoang,inisial A dan inisial S,  kedua penghulu jadi Kepala KUA  yang nota Bene masih golongan III,” Terangnya.

“Jujur saya tidak diberitahukan bahwa, untuk menjadi Kepala KUA harus dengan syarat asesmen dan kami pun tidak diberitahukan kapan pelaksanaan asesmen dilaksanakan. Maka nya saya bingung, kenapa yang golongan III, bisa mengikuti asesmen tapi yang golongan VI tidak bisa mengikuti,” Jelas salah seorang ASN golongan IV yang enggan indentitasnya disebutkan. (R***)

Berita Terkait

Rumah warga RT 03 RW 09 Desa Majakerta Majalaya Mau Roboh, Pemerintah Tidak Ada Perhatian
Perkuat Sinergitas Kamtibmas, Polsek Majalaya Gelar Apel Gabungan Bersama Masyarakat
Rabat Beton Siluman di Ciraab Ds. Sudi Kec. Ibun, Harus Ketat Pengawasan
Korupsi Laptop BGN Capai Rp500 Miliar: BPK dan Kejagung Mulai Bergerak, PPWI Desak Pencopotan Kepala BGN
‎Jembatan Radug  Penghubung Kec. Ibun Dan Majalaya Terbelah, Warga Dihimbau Cari Jalan alternatif
Gaji Pekerja Lebih Besar Dari Biaya Rehab  Dalam Rehabilitasi Perpustakaan SDN di Kab. Bandung, RAB Yang Menyesatkan
Rehabilitasi Gedung Perpustakaan SDN Padaasih Paseh makan waktu 60 hari, Diduga Untungkan Pihak Ke 3
Gebyar HUT Perumda Air Minum Tirta Raharja yang ke 49 tahun, Biaya Pemasangan Hanya Rp 1 juta

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:43 WIB

​Menggugat Nurani di Tanah Pusako: Kritik Terbuka untuk Pemangku Kebijakan Pesisir Selatan

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:40 WIB

Politik “Rumah Gadang”: Mengembalikan Marwah Demokrasi di Ranah Minang

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:33 WIB

Proyek Sekolah Rakyat Majenang Dikeluhkan, Ceceran Lumpur PT Wika Ancam Nyawa Pengguna Jalan

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:54 WIB

‎Dugaan “Mafia Peradilan” di PN Sumedang Menguat Dalam Kasus Tol Cisumdawu, KPK Jangan Diam

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:45 WIB

PPWI dan GIBAS Desak Plt Bupati Cilacap Segera Demosi Pejabat Terkait Kasus KPK

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:56 WIB

Peringati May Day, Komunitas KGenH dan TNI-Polri Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Sidareja

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:52 WIB

Peringati May Day, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Buruh Jalan Sehat di Ungaran

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:06 WIB

Penawaran Terjun 20%, PPK Dinkes Cilacap Didorong Uji Tajam AHSP Proyek Puskesmas Binangun

Berita Terbaru