Akibat Pembiaran Tambang Ilegal Aktivis Anak Bangsa Kepung Kantor DLH Jabar

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, REVOLUSI.co.id– Amarah publik akhirnya benar-benar meledak, dugaan pembiaran tambang ilegal di Kabupaten Bandung Jawa Barat, menjelma menjadi bara perlawanan yang tak lagi bisa dibendung.

Seperti bola salju yang menggelinding liar, kemarahan itu mencapai titik didih pada Selasa (10/2/2026), ketika puluhan massa dari Perkumpulan Aktivis Anak Bangsa, mengepung Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat.

Pembakaran ban oleh aktif 

Aksi tersebut menjadi simbol ledakan frustrasi publik atas sikap pemerintah yang dinilai abai dan tak bertaring menghadapi kejahatan lingkungan.

Massa aksi secara terbuka menuding DLH Provinsi Jawa Barat telah melakukan pembiaran sistematis dan harus ikut bertanggung jawab atas kembali beroperasinya dugaan tambang pasir ilegal milik PT RBP di Desa Nagrek, Kecamatan Nagrek, Kabupaten Bandung.

Pantauan langsung media di lapangan menunjukkan eskalasi aksi yang memanas, massa membakar ban tepat di depan gerbang kantor DLH Jabar, sebagai simbol kemarahan dan perlawanan.

Selain itu juga sejumlah poster bernada kecaman keras dibentangkan, dengan tulisan “Pembiaran tambang ilegal adalah kejahatan terhadap lingkungan,” “Stop tambang ilegal! Hancurkan alam, rugikan rakyat,” serta “Cukup sudah pembiaran! Tambang ilegal harus ditutup.”

Dalam orasi yang menggema dan penuh tekanan moral, Sekretaris Jenderal Aktivis Anak Bangsa, Dena, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja DLH Jawa Barat yang dianggap gagal total menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan aturan lingkungan.

“Pengawasannya di mana? Faktanya, tambang yang sejak jauh hari dilaporkan ilegal justru terkesan dibiarkan. Sudah disegel, tapi malah beroperasi lagi, ini bukan kelalaian biasa, ini kegagalan serius,” tegas Dena di hadapan massa aksi.

Ia menyoroti ironi besar ketika tambang yang telah lama masuk kategori ilegal, telah berulang kali dilaporkan ke DLH, disorot media, bahkan menjadi konsumsi publik luas, namun tetap beraktivitas seolah kebal hukum.

Situasi ini memperkuat dugaan adanya pembiaran yang disengaja, atau setidaknya ketidakmampuan negara melindungi lingkungan dari eksploitasi brutal.

Sementara itu, orator lainnya secara lantang mendesak Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat untuk segera mundur dari jabatannya. Mereka menilai pimpinan DLH telah gagal menjalankan amanah konstitusional dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi kepentingan rakyat.

“Jika tak mampu memimpin dan menegakkan aturan, lebih baik mundur. Lingkungan hidup bukan ruang kompromi,” teriak salah satu orator yang disambut sorak massa.

Aksi ini menjadi sinyal keras bahwa publik tidak lagi mau menerima pembiaran atas kejahatan lingkungan.

Sorotan kini tertuju pada Pemprov Jawa Barat, apakah akan bertindak tegas dan membersihkan dugaan pelanggaran ini, atau kembali membiarkan hukum dipermainkan di hadapan rakyat yang kian muak dan murka. (Tim/Red)

Berita Terkait

Pembangunan Tower Seluler di Solokanjeruk Resmi di Segel Satpol PP Kab. Bandung
Pembangunan Irigasi di Kp. Cibodo Desa Babakan Diduga Tidak Transparan dan asal – Asalan
Kang DN Anggota DPR RI Dari Fraksi Golkar Sosialisasikan 4 Pilar di Masjid Al Karomah
BTS Solokanjeruk Diduga  Tanpa PBG Tanpa AMDAL Pekerja Tanpa Safety, Dan Pemerintah Tutup Mata
BTS di Desa Solokanjeruk Diduga Tanpa  PBG, Satpol PP Tanpa Tindakan
Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Menjadi Momentum Pipin Arifin Jadi Camat Ibun Definitif
Kejati Jabar Mulai Bergerak! Dugaan Korupsi Rp83 Miliar Proyek Revit Sekolah di Tasikmalaya Memanas
Ketua DPRD Kab. Bandung, Reses Menjadi Ajang Silaturahmi Dengan Masyarakat dan  Kader

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:03 WIB

MPC Pemuda Pancasila Cilacap Tegaskan Kabar Aksi “Peduli Mas Bupati” Adalah Hoaks & Upaya Provokasi

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:38 WIB

Pastikan Stabilitas Pangan,Gubernur Jateng Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Gede Solo

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:47 WIB

PAC PEMUDA PANCASILA Sidareja Tebar Kebaikan: Berbagi Takjil Jilid 2 DI Posko Lebaran Berlangsung Khidmat

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:51 WIB

Mudik ke Inggris?”: Kelakar Ahmad Luthfi Saat Lepas Bus Manchester United di Mudik Gratis Jateng

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:19 WIB

Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Desa Karangreja Cilacap, 15 Rumah Warga Alami Kerusakan

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:32 WIB

PAC Pemuda Pancasila Majenang Tebar Kebaikan, Bagikan 3.000 Paket Takjil untuk Masyarakat

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:49 WIB

Instruksi Tegas Ketua MPC Rio Aditya: Loreng Oranye PAC Maos Siap Amankan Agenda Sosial di Pasar Paing

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:47 WIB

Korwil II Pemuda Pancasila Cilacap Salurkan Amanat Ketua MPC di Nusawungu dan Kroya

Berita Terbaru