Bandung, REVOLUSI.co.id -Dengan munculnya pendatang baru bakal calon ketua DPD Golkar Kab. Bandung yaitu H.Sahrul Gunawan, politisi pengurus Golkar Jawa Barat yg mana sudah mengklaim diri di dukung oleh 14 PK (Pimpinan Kecamatan) Partai Golkar.
Disinyalir berita sebelumnya H. Sugianto telah didukung oleh 27 PK, begitu pun
H. Anang Susanto dari 31 kecamatan ada 10 PK (Pimpinan Kecamatan) yang mendukung diri nya.
Dengan terjadi nya saling klaim PK dari masing- masing calon membuat Publik jadi bertanya sebenarnya suara Musda Partai Golkar Nanti berapa jumlahnya ?
Untuk suara di musda yang akan diperebutkan adalah 37 suara terdiri dari : 31 PK, DPD 1, DPD 2, wantim, Ormas yang mendirikan, ormas yang didirikan dan organisasi sayap.
Menurut pengamat politik juga aktivis di Kab. Bandung yang enggan di sebut nama nya menyoroti dan mengamati perkembangan suasana atmosfir politik di Kabupaten Bandung menjelang pelaksanaan MUSDA semakin memanas dan akan terjadi perpecahan, ternyata ada yang menyetir dan mendominasi akan konflik berbagai kepentingan.
Seperti halnya ada nama besar H. Dadang M. Naser (mantan bupati bandung 2 periode) sebagai anggota DPR RI dan juga mantan Ketua DPD Golkar di belakang Sahrul Gunawan, sedangkan H. Sugianto ada nama H. Ahmad Hidayat sebagai sekretaris DPD Golkar jabar dan juga anggota DPRD Jabar.
Jika kita melihat Musda-musda dibeberapa kab /kota yg telah di gelar alhamdulillah kondusif sedangkan untuk Kab. Bandung jauh dari istilah SOLID dan NGAHADEAN ( Bagus ), yang ada semakin ngagedean (memperbesar ) permasalahan tidak solidnya.
Bagaimana kelanjutan, keseruan dari proses demokrasi Partai Golkar Kab. Bandung solid kah ? pecah kah ?
mari kita simak nanti bersama bagaimana tingkat kedewasaan dari berbagai pihak yang sedang berseteru dan beradu untuk memperebutkan Kursi Golkar 1 di Kab. Bandung.
Untuk itu perlu peran dari DPD Jawa Barat Untuk menyelamatkan partai Golkar Jawa Barat, agar konflik kepentingan di tubuh Partai Golkar Kab. Bandung tidak terjadi lebih lanjut, karena sangat penting sekali disaat perahu retak, harus ada nakhoda yang bisa menyelamatkan penumpang. (ASEP BOM )