Bandung, REVOLUSI.co.id-Dinamika politik internal DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung menghangat, tiga tokoh berpengaruh dari Partai Golkar asal Kab. Bandung kini mulai angkat bicara dan menyampaikan sikap kritis terhadap kepemimpinan Ketua DPD II Golkar Kabupaten Bandung, Sugianto.
Sesepuh dan Tokoh senior Partai Golkar Kab. Bandung itu salah satu nya, yaitu Dadang Naserr, Lili Asjudireja, Anang Susanto, dan Tokoh Senior Setianto yang dimana mereka menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap arah kepemimpinan DPD Partai Golkar Kab.Bandung, semua itu ditujukan demi mengembalikan kejayaan partai di Kabupaten Bandung.
Dalam keterangannya, para tokoh tersebut menyoroti capaian politik Partai Golkar Kab. Bandung pada periode kepemimpinan saat in, terlihat gagal total dan tidak bisa memberikan kontribusi yang baik dalam berdemokrasi dan memperjuangkan roda politik Golkar, serta tidak mampu mengembalikan kejayaan partai Golkar Kab. Bandung yang dulu pernah menjadi partai besar, serta mesin politik yang tidak berjalan sesuai aturan.
Menurut pandangan mereka, capaian kinerja partai dinilai belum maksimal, khususnya dalam kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Bandung yang lalu. "Kami melihat perlunya penyegaran dan evaluasi ditubuh DPD Partai Golkar Kab. Bandung, karena terlihat dari perolehan suara saat Kepemimpinannya di Pilkada dan Pileg menjadi tolak ukur obyektif organisasi.
Hasil yang ada saat ini menunjukkan perlunya kepemimpinan baru yang lebih responsif dan berprestasi," ujar salah satu perwakilan tokoh internal Partai Golkar Kab. Bandung.
Dalam keterangannya.Mereka menilai, kegagalan mengamankan posisi strategis pada kontestasi politik tingkat lokal menjadi sinyal kuat, bahwa strategi penataan partai di bawah kepemimpinan Sugianto perlu dibenahi secara mendasar. Atas dasar pertimbangan evaluasi kinerja tersebut, ketiganya secara terbuka menyatakan penolakan atau keberatan jika Sugianto kembali memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung.
Sesepuh dan Tokoh Berpengaruh Partai Golkar yang serta Putra daerah Kab. Bandung, seakan tidak merestui Sugianto Kembali Pimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung.
Gelombang penolakan terhadap Sugianto untuk kembali menduduki kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kab. Bandung kian menguat, selain sesepuh Dan tokoh Partai Golkar, arus gelombang penolakan berhembus dari para senior dan kader partai Golkar yang ada di Kab. Bandung pun angkat bicara, dan menolak Sugiharto memimpin kembali sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kab. Bandung.
Dalam pernyataan tegasnya Para tokoh senior Partai Golkar sangat tegas menyatakan tidak merestui pencalonan kembali Sugianto dalam Musda yang akan di gelar nanti. Pernyataan sikap ini dilandasi oleh serangkaian evaluasi mendasar atas rekam jejak kepemimpinan Sugianto yang dinilai memicu kemunduran dan konflik internal di tubuh partai bergambar pohon beringin tersebut.
Seperti dalam keterangan resminya, para tokoh Partai Golkar Kab. Bandung, menyoroti minimnya capaian prestasi politik, serta menganggap yang bersangkutan tidak lagi memenuhi kriteria Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela (PDLT) sebagaimana dipersyaratkan dalam aturan internal organisasi.
"Kepemimpinan di DPD Golkar Kabupaten Bandung membutuhkan figur yang mampu mengayomi dan berprestasi. Syarat PDLT adalah harga mati. Rekam jejak kepemimpinan saat ini justru melahirkan dinamika yang tidak kondusif dan menjauh dari nilai-nilai dasar partai," tegas ke sesepuh Partai Golkar itu.
Adanya Pelanggaran Organisasi dan Keputusan Unilateral, dan masalah capaian politik, para tokoh senior menyoroti kebijakan kontroversial Sugianto yang dinilai memicu perpecahan di internal pengurus.
Salah satu poin krusial yang dipersoalkan adalah tindakan pemecatan terhadap 10 Pengurus Kecamatan (PK) serta 11 pengurus inti DPD II Partai Golkar Kab. Bandung, langkah tersebut dinilai tidak populis serta menabrak Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Peraturan Organisasi (PO) Partai Golkar.
Dugaan pelanggaran prosedur ini, bahkan berlanjut pada proses persidangan di tingkat Mahkamah Etik Partai Golkar, yang telah menjatuhkan sanksi atas tata kelola organisasi yang melanggar aturan. Atas dasar rentetan catatan merah tersebut, para tokoh Kab. Bandung, mendesak DPP dan DPD Golkar Jawa Barat untuk bersikap obyektif dan melarang Sugianto maju kembali demi menyelamatkan masa depan serta soliditas Partai Golkar di Kabupaten Bandung. ( Red )