Oleh Pemimpin Redaksi REVOLUSI.co.id
Jakarta, REVOLUSI.co.id- Indonesia sebagai negara yang besar yang terdiri dari pulau - pulau yang membentang dari Aceh sampai Merauke, dengan kekayaan alam yang cukup banyak serta memberikan keuntungan bagi negara, namun dibalik itu semua Indonesia hanya menjadi negara "pengemis" yang dimana dalam menjalankan pemerintahannya Indonesia mengandalkan hasil pajak, bukan dari hasil bumi.
Hal ini yang harus di garis bawahi oleh setiap pemimpin negara Indonesia, kalau kita dengar dan kita lihat bahwa kekayaan alam Indonesia cukup melimpah, dari mulai, nikel, emas, batu bara, minyak, bahkan energi panas bumi yang dapat memperkuat APBD negeri ini. Namun saya semua itu hanyalah sebuah mimpi bagi rakyat Indonesia.
Kekayaan alam Indonesia hanya dimiliki oleh negara - negara asing, bukan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, rakyat Indonesia hanya sebagai penonton di negeri sendiri, bahkan rakyat dilarang untuk menambang kekayaan alam di tanah nya sendiri, bahkan rakyat Indonesia " di larang" untuk pintar.
Rakyat diperas untuk menutupi APBN yang selalu membengkak, rakyat Indonesia dijadikan kacung dan dijadikan pembantu di negeri sendiri. Pejabat negara seakan hanya mementingkan diri sendiri, tanpa menghiraukan jeritan rakyat.
Untuk mengelabui rakyat nya, presiden berkata dalam pidato kenegaraannya, bahwa, "ada seorang pengupas bawang dengan bayaran Rp.700ribu/kg, pengusaha penggilingan padi pendapatan 1triliun/ bulan, apakah begini sifat seorang pemimpin.
Semua ini akibat banyaknya pemimpin "bodoh" pemimpin "serakah" pemimpin "karbitan", yang hanya bisa membaca dan menulis saja, tanpa bisa memberikan solusi untuk kesejahteraan rakyat nya.
Dalam pidato dan diskusi mereka selalu bilang berdasarkan data, namun data - data yang mereka sodorkan hanyalah sebuah data yang akurasi nya dipertanyakan. Sungguh miris dengan pemimpin sekarang ini.
Bicara demi rakyat namun nyata nya rakyat hanya dijadikan sebuah konsumsi publik untuk pencitraan, bukan untuk kesejahteraan. Bila terus seperti ini Negara Indonesia semakin diambang kehancuran, dan akan terjadi negeri yang tergadaikan.