Bandung, REVOLUSI.co.id- Pembangunan Rehabilitasi ruang kelas di SDN Cibeet 1 Desa Laksana Kecamatan Ibun, membuat awak media geleng - geleng kepala, Karena dalam melaksanakan rebahabiliasi ruang kelas itu, tanpa ada nya gambar dan Rancangan Anggaran Biaya ( RAB) yang terpampang.
Selain itu juga pelaksana lapangan, selalu tidak ada di tempat bahkan awak media yang akan konfirmasi seputar rehabilitasi SDN Cibeet 1, tidak pernah menemukan jawaban, sedangkan para pegawai hanya sebatas pengerjaan saja dan tidak mengetahui, secara detail.
Padahal demi terciptanya pembangunan yang kokoh dan bagus, transparansi perlu dikedepankan agar media dan para guru mengetahui apa saja yang akan direbah dari ruang kelas itu, karena dilihat dari nilai anggaran sebesar Rp. 110.967.490,-, bila dilihat dari segi anggaran maka rehabilitasi ruang kelas itu cukup untuk membangun satu ruangan, sedangkan ini adalah rehabilitasi.
Selain itu juga tidak ada peninggian atap dan tidak ada penggantian kusen dari kayu ke alumunium, entah tidak ada dalam RAB, untuk penggantian kusen dan peninggian atap, karena semua itu tidak dikerjakan. Ketidak Tahuan itu karena tidak ada nya RAB yang terpampang hanya ada papan informasi proyek rehabilitasi ruang kelas, yang dimana tercantum nilai anggaran proyek, dan lama nya pengerjaan.
selain itu juga, bila melihat dari pekerjaan rehabilitasi SDN Cibeet 1 Kec. Ibun, bila dikerjakan secara profesional tidak akan memakan waktu selama 60 hari, sedangkan rehabilitas SDN Cibeet 1 yang berlokasi di Desa Laksana Ibun memakan waktu 60 hari kalender.
hal ini jelas sangat tidak masuk logika pengerjaan hanya rehabilitasi ruang kelas yang ukuran nya kecil, dan hanya mengganti atap kelas, serta pengecoran tiang depan, memakan waktu 60 hari. Apakah ini realistis bila pengerjaan rehab seperti itu memakan waktu 2 bulan.
Dalam hal ini seharus pihak Dinas Pendidikan Kab. Bandung membuat RAB harus realistis dan masuk diakal, jangan hanya asal - asalan, karena bila dihitung - hitung anggaran rehabilitas dan anggaran pengerjaan lebih membengkak anggaran gaji pegawai.
Dengan adanya pembengkakan dalam pengerjaan itu seakan sudah dibuat sedemikian rupa agar untung lebih besar, karena setiap tahunnya untuk rehabilitasi ruang kelas di Dinas Pendidikan Kab. Bandung, selalu menggunakan pekerjaan selama 60 hari. (Asep Bom)