Kab. Bandung, REVOLUSI.co.id– Study tour salah satu program sekolah yang dimana seharusnya study tour adalah menjadi pembelajaran diluar sekolah untuk menambah wawasan secara nyata. Namun di sisi lain study tour selalu memberatkan orang tua siswa dalam hal biaya study tour itu sendiri.
Seperti yang dilaksanakan oleh SMPN 3 Cikancung yang berlokasi di jalan Cigereleng Desa Srirahayu Kecamatan Cikancung, yang dimana SMPN 3 Cikancung beberapa waktu lalu menggelar kegiatan study tour ke wilayah Kab. Cirebon, namun alih – alih orang tua siswa sudah membayar biaya sebesar Rp. 500 ribu untuk biaya perjalanan ke Kab. Cirebon, ternyata pada pelaksanaan nya dialihkan ke Wilayah Padalarang Kab. Bandung Barat.
Sedangkan yang menjadi kekecewaan orang tua siswa adalah tidak ada pengembalian biaya study tour yang sudah dibayarkan kepada pihak SMPN 3 Cikancung. Hal ini jelas menjadi pertanyaan besar bagi para orang tua siswa, karena biaya yang dibayarkan adalah biaya keberangkatan ke Kab. Cirebon dan nyatanya Hanya ke wilayah Padalarang Kab. Bandung Barat.
Munut salah seorang orang tua siswa, mengatakan,” Kami selaku orangtua siswa jelas mempertanyakan hal study tour, karena kami telah membayar biaya keberangkatan ke Cirebon sebesar Rp. 500 ribu kepada pihak sekolah,” jelasnya.
“Namun nyatanya alih – alih biaya study tour sudah dibayar, malah berangkat ke Padalarang Kab. Bandung Barat. Kami wajar mempertanyakan dan meminta kembaliannya, sekolah telah ingkar janji, kami hanya meminta pengembalian uang yang telah dibayar ke sekolah,” Jelasnya.
Kalau ke Padalarang kan ongkos nya juga tidak akan menghabiskan Rp. 500 ribu, wajar lah kalau kita menuntut pengembalian biaya study tour. Banyangkan saja jika diambil ongkos ke Padalarang Rp. 300 ribu, berarti ada sisa Rp. 200 ribu, nah kenapa pihak sekolah tidak mengembalikan kelebihan biaya itu,” Jelas orang tua siswa.
Namun sangat disayangkan sekali ketika awak media ingin mempertanyakan hal itu, pada Jumat (25/04 ) kepala SMPN 3 Cikancung, sedang tidak ada di tempat, menurut salah seorang guru, bahwa Kepala sekolah sedang tidak ada, namun menurut dari pihak sekolah bahwa study tour itu dipungut biaya sebesar Rp. 420.000. ( Redaksi )



























