Kab. Bandung, REVOLUSI.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT ) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 80, seharusnya disambut dengan meriah dan bijaksana dalam melaksanakan tugas – tugas yang menjadi titik kebangkitan bangsa dan negara.
Namun dalam menyambut HUT RI Ke 80 tahun, untuk Kecamatan Ibun, ada beberapa Kepala Desa yang merasa kecewa dengan lomba desa yang diselenggarakan oleh pihak Pemerintahan Kecamatan Ibun. Lomba yang di selenggarakan tingkat kecamatan Ibun itu, di ikuti oleh seluruh desa yang ada di Kecamatan Ibun.
Sedangkan untuk lomba nya salah satu lomba yaitu Kebersihan, lomba Linmas dan lomba yang lainnya. Namun dalam penilaian untuk menjadi juara 1,2 dan 3 ternyata ada masyarakat dan kepala desa yang merasa kecewa, karena ada dugaan tim penilaian tidak transparan dan condong terhadap salah satu desa.
Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang warga Kec. Ibun, saat dimintai keterangannya, Minggu (17/08), mengatakan,” Saya merasa heran kenapa tim penilai atau juru dalam lomba tingkat Kecamatan Ibun seakan tidak profesional, karena dalam beberapa lomba banyak di dominasi oleh salah satu desa. Padahal ada desa – desa yang lebih baik dalam lomba itu,” Ungkap nya.
“Saya pun melihat ada beberapa Kepala Desa yang merasa kecewa atas penilaian dari juri lomba, karena disaat desa mereka lebih baik dari desa yang lain ternyata harus kalah oleh desa yang menurut warga dan kades tidak layak, namun malah yang tidak layak itu menjadi juara,” Jelasnya.
Bahkan Kades pun menilai ada apa sebenarnya dengan lomba dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ini, seharusnya berlaku profesional dan menjadikan satu ajang transparan serta jauh dari hal – hal negatif.
Saya prihatin melihat situasi di wilayah Pemerintahan Ibun, di HUT RI yang seharusnya menjadi titik awal perjuangan yang bersih malah di kotori dengan lomba yang saya penuh dengan kecurangan, dugaan kecurangan pun saya lihat dari beberapa desa yang saya anggap lebih baik, namun ternyata yang mendapatkan juara, adalah desa yang dibawah lebih baik, jadi percuma lomba ini dilaksanakan, kalau tidak berazaskan kejujuran,” Terang Kades. ( Redaksi )



























