Logo BeritaKini
Breakingnews
31
OKTOBER 2026 REGIONAL
schedule 12:30 WIB visibility 8 Kali Dilihat

Pedagang Pasar Pamanukan Berharap Pemda Subang Hadirkan Investor Ramah

R

Redaksi

Pewarta

Rp
Pedagang Pasar Pamanukan Berharap Pemda Subang Hadirkan Investor Ramah

‎Subang, REVOLUSI.co.id - Pemerintah Daerah Kabupaten Subang melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian [DKUPP] berkomitmen penuh mengawal rencana revitalisasi Pasar Inpres Pamanukan dengan melibatkan pihak swasta. Komitmen ini menjadi jawaban atas desakan para pedagang agar pasar kebanggaan warga Pantura tersebut segera dibangun.

‎

‎Komitmen tersebut menguat dalam Sosialisasi Revitalisasi Pasar Inpres Pamanukan yang digelar DKUPP Kabupaten Subang yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Yeni Nuraeni, S.Sos., M.AP. di Aula GOR Kecamatan Pamanukan.

‎

‎Sosialisasi dihadiri lengkap oleh unsur Forkopimda Subang, yakni Pemda Subang, Kejaksaan Negeri Subang, Polres Subang, Kodim 0605 Subang, Bank BJB, Badan Musyawarah Pedagang Pasar (BMPP) Pamanukan, serta sekitar 500 pedagang dan tokoh masyarakat.

‎

‎Dalam paparannya, DKUPP menegaskan bahwa revitalisasi Pasar Pamanukan menjadi prioritas, namun dihadapkan pada keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD]. 

‎

‎Oleh karena itu, Pemda Subang membuka pintu investasi pihak ketiga/swasta untuk membangun pasar melalui skema kerja sama Bangun Guna Serah [BGS] / Build Operate Transfer [BOT], yaitu pola kerja sama antara pemerintah dengan investor dimana pihak swasta/investor membangun sepenuhnya Pasar Pamanukan dengan modalnya sendiri. 

‎

‎Setelah selesai dibangun, investor berhak mengelola dan memanfaatkan hasil pengelolaan pasar untuk pengembalian modal dan keuntungan dalam jangka waktu yang disepakati, dalam rencana ini selama 30 tahun.

‎

‎Setelah masa kerja sama 30 tahun berakhir, seluruh bangunan pasar beserta aset dan pengelolaannya akan diserahkan sepenuhnya menjadi milik Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. 

‎

‎Skema ini menguntungkan daerah karena pembangunan pasar modern bisa terwujud tanpa membebani APBD, namun tetap menjadi aset daerah di masa depan.

‎

‎Sikap Tegas Pedagang

‎

‎Sekitar 500 pedagang yang hadir menyatakan sepakat serta mendukung penuh rencana revitalisasi pasar oleh pihak ketiga dengan skema BGS.

‎

‎Hasil sosialisasi mencatat poin-poin kesepakatan:

‎

1. ‎Para Pedagang dan Pemda sepakat bahwa Pembangunan Pasar Inpres Pamanukan dibangun oleh pihak ke-3 / investor.

‎

1. ‎Para pedagang sudah siap untuk direlokasi dan berharap pembangunan segera dilaksanakan secepatnya.

‎

‎Namun dukungan tersebut disertai dengan catatan penting agar investasi benar-benar berpihak pada pedagang kecil. Para pedagang meminta ada kepastian harga tempat usaha yang tetap terjangkau, ada kepastian waktu pengerjaan yang jelas, pihak swasta serta Pemda benar-benar ramah terhadap kepentingan pedagang, serta pasar yang dibangun harus merepresentasikan kebutuhan pedagang dan adanya sentralisasi pusat perdagangan.

‎

‎Melalui ketua BMPP, Pedagang juga berharap Pemda Subang dapat menghadirkan birokrasi yg ramah investasi dalam bentuk apapun, sehingga dapat menekan harga jual sarana perdagangan serendah mungkin serta berharap pemda dapat memberi kemudahan dalam proses pembiayaan pemilikan sarana perdagangan.

‎

‎Pemda Kawal Aspirasi, Tidak Sekadar Janji

‎

‎Para pedagang melalui BMPP terus meminta komitmen nyata Pemda Subang agar proses investasi dan pembangunan tidak sekadar menjadi janji [lips service], melainkan benar-benar menghadirkan pasar yang bersih, representatif, dan berdaya tarik.

‎

‎Menjawab hal itu, Yeni menegaskan Pemda tidak akan lepas tangan.

‎

‎"Pemda akan berusaha berkomitmen membantu para pedagang untuk mengajukan kredit ke Bank BJB bagi yang mengajukan kredit. Kami akan dampingi. Jadi jangan khawatir soal permodalan untuk mendapatkan kios di pasar baru," tegas Yeni.

‎

‎Ia menambahkan, kehadiran Forkopimda lengkap dalam sosialisasi menjadi bukti bahwa proses ini dikawal secara hukum dan transparan. Tahapan selanjutnya akan masuk ke proses lelang investasi yang transparan.

‎

‎"Hasil Sosialisasi Para Pedagang Inpres Pamanukan antara Para Pedagang dan Forkopimda khususnya Pemda Subang, beauty contest akan dilaksanakan bulan Desember 2026. Inilah harapan kita semua," pungkas Kepala Dinas Yeni.

‎

‎Dengan adanya kesepakatan bulat ini, pembangunan Pasar Inpres Pamanukan yang modern, bersih, tidak becek, dan menjadi pusat ekonomi baru Subang utara tinggal menunggu waktu. Pedagang ingin Pasar Pamanukan Baru segera terwujud.

‎( Tim/ Red )

forum Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini.