Bandung, REVOLUSI.co.id - Kecaman terhadap penjual miras dan obat -obatan golongan G yang seakan dijual bebas, dan membuat sejumlah masyarakat serta ormas yang ada di Kecamatan Solokanjeruk Kab. Bandung geram, bahkan mereka ultimatum agar pemilik kios miras dan obat -obatan agar segera menutup kios nya.
Aliansi Ormas beserta Muspika Solokanjeruk, Senin 05/10), mendatangi kios - kios yang selama ini menjual miras dan obat -obatan, dan memberikan ultimatum agar tidak berjualan miras dan obat -obatan di wilayah Solokanjeruk.
Selain itu juga Aliansi Ormas dan juga Muspika Solokanjeruk, memberikan surat ultimatum kepada beberapa kios yang di duga berjualan miras. Dalam surat tersebut Ormas dan Muspika memberikan ultimatum dalam jangka 2 hari kios yang diduga menjual miras harus segera ditutup, dan seandainya tidak mengindahkan surat peringatan, maka Aliansi Ormas Solokanjeruk akan menutup paksa dan berdemo dengan pihak masyarakat.
Dalam kesempatan ini Camat Solokanjeruk Prabowo, saat dimintai keterangannya mengatakan,"Sebenarnya ini bukan memberikan toleransi, tapi kita memberikan ultimatum kepada pedagang miras, supaya tidak berjualan lagi, karena dari muspika sendiri sudah memberikan peringatan beberapa kali, dan ini yang terakhir kalinya. Seandainya peringatan ini tidak digubris juga maka, Muspika dan masyarakat akan menutup secara paksa," Jelas Camat Solokanjeruk.
Di sisi lain, Ketua Aliansi Ormas Bersatu memperingatkan dengan keras, bahwa untuk wilayah Solokanjeruk harus terbebas dari Miras, obat -obatan dan narkoba. Seandainya masih ada yang berjualan dalam jangka 2 hari dari sekarang Senin (05/10), Aliansi Ormas Solokanjeruk akan sikat habis penjual miras yang bandel," Jelas Ketua Aliansi ormas Solokanjeruk Bersatu H. Mamat. ( Asep Bom )