Kab. Bandung, REVOLUSI.co.id – RSUD Majalaya gelar Rapat Sinergitas, Koordinasi, dan Harmonisasi Pelayanan RSUD Majalaya dengan Kewilayahan, sebagai langkah memperkuat jejaring layanan rujukan di wilayah Majalaya dan sekitarnya.
Dalam kegiatan yang diadakan Kamis (20/11) dihadiri berbagai unsur pemerintahan daerah, aparat kewilayahan, dan perwakilan desa dari lima kecamatan. Acara resmi dibuka oleh Ketua Tim Kerja Tata Kelola dan Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Dhiny Ocktariani, S.Kep., Ners., M.MRS, hadir mewakili Kepala Dinas Kesehatan.

Dalam sambutannya, Dhiny menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan agenda Transformasi Sistem Kesehatan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan.“Transformasi layanan rujukan menekankan pelayanan yang cepat, tepat, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Rumah sakit tidak bisa bekerja sendiri, perlu sinergi kuat dengan pemerintah daerah, kecamatan, desa, Puskesos, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.Dhiny.
Selain itu juga Dhiny menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Dinas Kesehatan yang berhalangan hadir karena agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan, namun memastikan bahwa Dinas Kesehatan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut.
Rapat yang diselenggarakan di Aula RSUD Majalaya, dihadiri perwakilan DPRD Kabupaten Bandung, Dinas Sosial, jajaran Direksi, Dewan Pengawas RSUD, Camat Paseh, Camat Majalaya, dan Camat Solokanjeruk, Kapolsek, Danramil, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta seluruh kepala desa dari lima kecamatan.
Peserta yang mengikuti kegiatan itu mendapatkan pemaparan mengenai mekanisme rujukan pelayanan kesehatan, alur komunikasi lintas sektor, dan strategi harmonisasi layanan untuk menangani kasus kesehatan yang membutuhkan respons cepat dan koordinasi berjenjang.
RSUD Majalaya juga mendorong Perbaikan Administrasi dan Integrasi PelayananWakil Direktur RSUD Majalaya, Agus Heri Juhari, hadir mewakili Direktur RSUD Majalaya, drg. Anang Prasetiyono, Sp.BM(K), yang berhalangan hadir.
Agus dalam sambutannya menegaskan bahwa RSUD Majalaya memikul tanggung jawab besar sebagai fasilitas layanan kesehatan rujukan di Kabupaten Bandung.
“Pelayanan rumah sakit tidak hanya bertumpu pada kapasitas internal, tetapi juga sangat bergantung pada kekuatan jejaring dan kerja sama lintas sektor,” jelasnya.Agus juga menyoroti masih adanya tantangan dalam proses layanan, seperti prosedur administrasi BPJS Ketenagakerjaan, SKTM, dan kelengkapan dokumen yang kerap menjadi hambatan.“
Melalui kegiatan ini, kami berharap bisa merumuskan solusi konkret untuk mengurangi hambatan administrasi. Standarisasi alur kerja dan penguatan koordinasi antarinstansi menjadi langkah penting,” tambahnya.Ia menegaskan bahwa RSUD Majalaya berkomitmen memberikan layanan cepat, tepat, aman, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin setiap pasien pulang dengan kondisi lebih baik dan lebih sehat. Itu tanggung jawab moral dan profesional kami,” kata Agus.Dorong Transformasi Layanan di Kabupaten BandungMelalui rapat sinergitas ini, RSUD Majalaya menegaskan komitmennya mendukung Transformasi Sistem Kesehatan, khususnya pada penguatan layanan rujukan.
Pertemuan lintas sektor tersebut diharapkan menghasilkan langkah-langkah konkret untuk mempercepat penanganan kasus kesehatan, memperbaiki alur komunikasi, meningkatkan integrasi data, serta memperkuat pelayanan publik di wilayah Majalaya. (ASEP BOM)



























