Kab. Bandung, REVOLUSI.co.id – Pembangunan rehabilitasi jalan Kampung Cipeujeuh Desa Cipeujeuh Kecamatan Pacet, terlihat jauh dari harapan masyarakat, karena terkesan asal – asalan seakan tidak profesional dalam pelaksanaan pembangunan rabat beton itu.
Seperti dipemberitaan sebelumnya, bahwa pembangunan rabat beton jalan Cipeujeuh terkesan dipaksakan dalam pengadaan jasa beton, pasalnya jasa pengadaan beton PT. Kartika Jaya Beton diduga tidak memiliki rekomendasi dari DPUTR Kab. Bandung, sehingga berdampak buruk pada kualitas pembangunan jalan Cipeujeuh.
Kondisi jalan Cipeujeuh Desa Cipeujeuh Kec. Pacet, sekarang ini tampak retak – retak dan berdebu, dan yang retak pun diperbaiki hanya menggunakan semen biasa tidak menggunakan aspal cair.
Namun yang aneh nya pihak UPTD Sapras DPUTR Ciparay terkesan tidak ada tindakan dalam pelaksanaan pembangunan itu atau hanya sekedar tutup mata saja. Padahal setiap dalam pembangunan yang bersumber dari anggaran pemerintah tidak lepas dari pengawasan dinas terkait.
Sedangkan dalam pembangunan rabat beton di Desa Cipeujeuh yang dilaksanakan oleh pihak ke 3, seolah – olah ada pembiaran dari Koordinator Wilayah Sapras UPTD DPUTR Ciparay, karena dirasa tidak mungkin bila dalam pembangunan rabat beton Cipeujeuh tidak diawasi oleh pihak DPUTR.
Namun sangat disayangkan sekali, Dengan Batching Plant yang tidak ada rekomendasi dari DPUTR Kab. Bandung bisa lolos pengerjaan, saat dihubungi Pihak UPTD Sapras DPUTR Kab. Bandung Asep Sugiar, diri nya sedang sakit da menyarankan untuk menghubungi Korwil Agus Acong.
Dan disaat dihubungi Korwil UPTD Sapras DPUTR Ciparay Agus Acong, tidak ada di tempat dan saat dihubungi via WhatsApp ternyata dia ( Agus Acong ) malah memblokir nomer WhatsApp awak media. Sangat disayangkan sekali Dengan prilaku seorang ASN Kordinator wilayah UPTD Sapras DPUTR Ciparay yang merasa alergi dengan awak media. ( ASEP BOM )



























