Ranah Minang Kehilangan Sang Maestro, Yus Dt. Parpatiah Tutup Usia

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, REVOLUSI.co.id-Kabar duka menyelimuti ranah Minangkabau. Salah satu putra terbaiknya, Angku Yusbir Datuak Parpatiah—atau yang lebih akrab disapa Yus Dt. Parpatiah—sang Rajo Angek Garang, telah berpulang ke rahmatullah pada Sabtu, 28 Maret 2026, pukul 16.30 WIB.

​Maestro seni tutur dan budayawan legendaris ini menghembuskan napas terakhirnya di usia 86 tahun, bertempat di Rumah Tuo Suku Sikumbang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

​Lahir pada 7 April 1939, Yus Dt. Parpatiah bukan sekadar pemangku adat. Beliau adalah ikon kebudayaan yang berhasil menjembatani nilai-nilai adat kuno dengan realitas sosial modern melalui media Radio. Sejak era 80-an, karya-karyanya dalam bentuk sandiwara radio dan rekaman kaset pituah telah menjadi konsumsi rohani bagi masyarakat Minang, baik di kampung halaman maupun di perantauan.

​Gaya bicaranya yang lugas, penuh kiasan (petatah-petitih), namun tetap jenaka, membuat pesan-pesan moral yang disampaikannya mudah diterima oleh semua lapisan generasi. Beliau diakui sebagai sosok yang berhasil menjaga “ruh” adat Minangkabau agar tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan di tengah gempuran zaman.

​Kepergian beliau memicu gelombang duka mendalam di media sosial dan ruang publik. Banyak tokoh masyarakat menyebut wafatnya Angku Yus sebagai “kehilangan satu generasi penutur nilai.” Beliau adalah perpustakaan hidup yang mengajarkan bahwa menjadi modern tidak harus kehilangan identitas sebagai urang awak.

​Meskipun raganya telah tiada, warisan intelektual dan spiritual beliau tetap abadi dalam ratusan karya rekaman dan ingatan kolektif masyarakat Minang.

​”Gajah mati maninggakan gading, harimau mati maninggakan belang, manusia mati maninggakan jaso. Jaso pituah Angku akan taruih hiduik di sanubari kami.”

Keluarga besar dan masyarakat Nagari Sungai Batang memohon doa agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

​Selamat jalan, Angku. Terima kasih atas segala bimbingan dan pituahmu.(Sutan Wijaya)

Berita Terkait

Perkuat Loyalitas, Korwil IV Pemuda Pancasila Cilacap Tegaskan Prinsip “Satu Komando
Proyek Rp2,2 Miliar di Cilacap Sempat Menjadi Proyek Siluman, Setelah Ramai Papan Informasi Akhirnya Dipasang
Aroma Busuk di Tengah Badai OTT KPK Cilacap, Proyek Siluman di Cigobang Terabaikan
Warga Desa Mernek Apresiasi Pembangunan Jalan Kantil 6 Lewat Bantuan Gubernur Jateng
Bola Panas di SMPN 2 Parigi Pangandaran Tentang Dana BOS dan Proyek Revitalisasi Mengguncang Publik
Cegah Penyakit Masyarakat, Polsek Sidareja Cilacap Amankan Miras dalam Razia Kos-kosan
MPC Pemuda Pancasila Cilacap Tegaskan Kabar Aksi “Peduli Mas Bupati” Adalah Hoaks & Upaya Provokasi
Pastikan Stabilitas Pangan,Gubernur Jateng Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Gede Solo

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:36 WIB

Hukum Rimba di Polda Metro Jaya, Keterlibatan Anggota DPR RI Ranny Fadh Arafiq

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:56 WIB

Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara  Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:14 WIB

KPK di Ujung Pusaran “Permainan” Koruptor Yang Jadi Tahanan Rumah

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:23 WIB

Ceko Beri Pengakuan atas Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:30 WIB

UNCLOS and the Strait of Hormuz: A Call for Respecting Maritime Law

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:19 WIB

Tarian Iblis di Balik Jeruji: Ketika Negara Menjebak Nurani Rakyatnya Sendiri

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:07 WIB

Presiden Prabowo di Gugat Atas Perjanjian Resiprokal Perdagangan Indonesia – AS

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:57 WIB

Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dan Wilson Lalengke Bukber di Kediaman Ustadz Anton Susanto

Berita Terbaru