Bandung, REVOLUSI.co.id– Viral di media sosial di dalam sebuah podcast, mantan Kabareskrim Polri Komjen ( Purn ) Susno Duadji yang menanggapi tentang keberadaan Polri bila di bawah Menteri, dan Kapolri Listio Sigit yang menolak Polri untuk di Bawah Menteri dan memilih untuk menjadi petani.
Sedangkan mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji sendiri, justru mendukung pemerintah dan mengatakan ” Mau dibawah Menteri apapun, walaupun di bawah Menteri Peranan Wanita pun gak penting, tapi yang harus di rubah nya itu adalah kinerja dan prilakunya,”.
Dia juga mencontohkan bila kinerja dan prilaku Polri di rubah salah satunya yaitu point ke 1 buarkan dan reformasi di tubuh Polri, yang kedua bentuk tim reformasi Polri, salah satu nya Pak Mahfud, pak Jimly, dan pak Yusril, lalu Kapolri lama dipensiunkan dan mereka bertiga di jadikan Kapolri, kolektif kolegia gaya pimpinan KPK, untuk jangka waktunya sendiri beri waktu satu tahun atau 2 tahun, setelah bagus tarik lagi serahkan kepada Presiden,” terang exs Kabareskrim Polri Susno Duadji.
Selain itu juga dalam podcast nya Susno Duadji juga berpendapat,” kualat merubah undang – undang, bila merubah undang – undang, Presiden tinggal mengeluarkan Perpu dan langsung diundangkan, Presiden di Indonesia ini sangatlah kuat, karena 75% itu adalah Fraksi Merah Putih,” terang nya.
Bahkan mantan Kabareskrim Susno Duadji juga memberikan langkah untuk memperpendek reformasi Polri, salah satunya dengan mengumpulkan mantan Perwira tinggi Polri yang bagus dan kasih tugas oleh presiden, kamu harus tertibkan Polisi 3 bulan, kalau tidak kamu ganti, dan selanjutnya seandainya gagal tim ini, secara konstitusional Presiden gagal.
Saran dan masukan dari mantan Jendral bintang tiga itu, mendapat sambutan baik dari nitizen, dan memberikan dukungan yang sangat luar biasa, karena seandainya Polri masih ingin di bawah Presiden maka harus ada reformasi Polisi terlebih dahulu. (Red )



























