Kejati Jabar Mulai Bergerak! Dugaan Korupsi Rp83 Miliar Proyek Revit Sekolah di Tasikmalaya Memanas

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, REVOLUSI co.id– Kasus dugaan korupsi pada proyek revitalisasi sekolah senilai Rp83 miliar di Kabupaten Tasikmalaya kini memasuki babak baru yang lebih panas. Setelah laporan resmi dilayangkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat pada 24 Februari 2026, institusi penegak hukum tersebut dikabarkan mulai bergerak menindaklanjuti laporan yang menggemparkan publik tersebut.

Perkembangan ini memicu harapan sekaligus ketegangan di tengah masyarakat. Pasalnya, proyek bernilai fantastis yang seharusnya menjadi harapan perbaikan sarana pendidikan bagi puluhan sekolah itu justru diselimuti aroma dugaan penyimpangan anggaran.

Dugaan Korupsi Rp. 83 Miliar, dalam  proyek Revit gedung sekolah dilingkungan Disdik Kab. Tasikmalaya dilaporkan aktivis ke Kejati Jabar. Bupati Tasikmalaya juga ikut diseret dalam laporan dugaan korupsi Rp83 Miliar,dalam kasus itu, aktivis mendesak Kejati Jabar bertindak cepat.

Berdasarkan surat pemberitahuan yang dikirimkan Kejati Jabar kepada Perkumpulan Aktivis Anak Bangsa pada 2 Maret 2026, laporan tersebut dipastikan akan segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

Koordinator Aktivis Anak Bangsa, Adhie, mengungkapkan bahwa saat ini laporan tersebut tengah diproses oleh jajaran bidang tindak pidana khusus.

“Menurut informasi yang kami terima, saat ini Kejati Jabar sedang melakukan proses penelaahan serta pengumpulan bahan keterangan oleh unit terkait di Pidsus Kejati Jabar,” ungkap Adhie kepada awak media Kamis (5/3/2026).

Langkah awal Kejati Jabar tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa kasus dugaan korupsi bernilai puluhan miliar rupiah itu, tidak akan berhenti sebatas laporan di atas kertas.

Adhie pun menyampaikan apresiasi atas respons cepat Kejati Jawa Barat, dalam menanggapi laporan masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi Kejati Jabar yang telah cepat tanggap merespons laporan kami. Ini menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap dugaan korupsi masih menjadi prioritas,” ujarnya.

Namun bagi para aktivis, langkah awal tersebut belum cukup. Tekanan publik kini mulai dibangun agar proses hukum berjalan transparan dan tanpa kompromi terhadap siapa pun yang diduga terlibat.

Sebagai bentuk dukungan sekaligus kontrol publik terhadap proses hukum, Aktivis Anak Bangsa dalam waktu dekat, berencana menggelar aksi damai di depan kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di Bandung.

Aksi tersebut akan menjadi panggung tekanan moral agar penegakan hukum dilakukan secara tegas dan tanpa pandang bulu, “Kami akan menggelar aksi damai untuk mendesak agar penegak hukum, dalam hal ini Kejati Jabar, segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang diduga terkait, termasuk Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin,” tegas Adhie.

Menurutnya, dalam perkara yang menyangkut anggaran publik dalam jumlah besar, seluruh pihak yang memiliki keterkaitan harus diperiksa secara terbuka demi memastikan tidak ada praktik penyalahgunaan kewenangan.

Ia juga menegaskan bahwa apabila dalam proses penyelidikan nantinya ditemukan adanya indikasi pengkondisian proyek, pembiaran, maupun keterlibatan langsung dari Bupati Kabupaten Tasikmalaya, maka aparat penegak hukum harus bertindak tegas.

“Apabila terbukti ada keterlibatan Bupati, baik dalam bentuk pengkondisian, pembiaran, maupun keterlibatan langsung, maka harus segera diproses secara hukum. Tidak boleh ada yang kebal hukum,” tegasnya.

Bahkan, Adhie menegaskan bahwa siapa pun yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. “Jika terbukti, segera proses dan adili. Siapa pun yang terlibat harus siap mempertanggungjawabkan perbuatannya di kursi pesakitan,” tandasnya.

Kini publik menunggu langkah lanjutan Kejati Jawa Barat. Akankah penyelidikan ini membuka tabir dugaan korupsi yang disebut-sebut melibatkan berbagai pihak? Ataukah kasus ini justru akan mengguncang panggung politik dan birokrasi di Kabupaten Tasikmalaya? (Tim/Red)

Berita Terkait

Pembangunan Tower Seluler di Solokanjeruk Resmi di Segel Satpol PP Kab. Bandung
Pembangunan Irigasi di Kp. Cibodo Desa Babakan Diduga Tidak Transparan dan asal – Asalan
Kang DN Anggota DPR RI Dari Fraksi Golkar Sosialisasikan 4 Pilar di Masjid Al Karomah
BTS Solokanjeruk Diduga  Tanpa PBG Tanpa AMDAL Pekerja Tanpa Safety, Dan Pemerintah Tutup Mata
BTS di Desa Solokanjeruk Diduga Tanpa  PBG, Satpol PP Tanpa Tindakan
Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Menjadi Momentum Pipin Arifin Jadi Camat Ibun Definitif
Ketua DPRD Kab. Bandung, Reses Menjadi Ajang Silaturahmi Dengan Masyarakat dan  Kader
Anggota DPRD Kab. Bandung dari Fraksi Nasdem Toni Permana, S.H., Gelar reses masa sidang II tahun 2026 di Desa Bumiwangi

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:03 WIB

MPC Pemuda Pancasila Cilacap Tegaskan Kabar Aksi “Peduli Mas Bupati” Adalah Hoaks & Upaya Provokasi

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:38 WIB

Pastikan Stabilitas Pangan,Gubernur Jateng Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Gede Solo

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:47 WIB

PAC PEMUDA PANCASILA Sidareja Tebar Kebaikan: Berbagi Takjil Jilid 2 DI Posko Lebaran Berlangsung Khidmat

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:51 WIB

Mudik ke Inggris?”: Kelakar Ahmad Luthfi Saat Lepas Bus Manchester United di Mudik Gratis Jateng

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:19 WIB

Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Desa Karangreja Cilacap, 15 Rumah Warga Alami Kerusakan

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:32 WIB

PAC Pemuda Pancasila Majenang Tebar Kebaikan, Bagikan 3.000 Paket Takjil untuk Masyarakat

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:49 WIB

Instruksi Tegas Ketua MPC Rio Aditya: Loreng Oranye PAC Maos Siap Amankan Agenda Sosial di Pasar Paing

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:47 WIB

Korwil II Pemuda Pancasila Cilacap Salurkan Amanat Ketua MPC di Nusawungu dan Kroya

Berita Terbaru