DPUTR Kab. Bandung Kecolongan, Batching Plant PT. KJB “Tidak Terdaftar” Diloloskan, Diduga Ada Main Mata

- Jurnalis

Kamis, 25 September 2025 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab. Bandung, REVOLUSI.co.id – Pembangunan rabat beton Kampung Cipeujeuh Desa Cipeujeuh Kecamatan Pacet terkesan proyek siluman yang merugikan APBD Kab. Bandung, karena selain asal asalan, juga terkesan adanya dugaan main mata antara UPTD Sapras DPUTR Ciparay dengan Pihak ke 3 dan Batching Plant PT. Kartika Jaya Beton.

Akibatnya pembangunan rabat beton jalan Cipeujeuh harus mengalami pembongkaran karena diduga tidak ada kesesuaian kualitas material yang digunakan. Entah apa yang terjadi hingga Dinas PUTR Kab. Bandung sampai kecolongan oleh pihak ke 3 yang menggunakan jasa Batching plant yang belum terdaftar di DPUTR Kab. Bandung, hingga bisa menyediakan jasa material beton.

Pembangunan rabat beton Jalan Cipeujeuh Desa Cipeujeuh sudah selayaknya dilakukan pemeriksaan oleh inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), karena terlihat baru satu hari dikerjakan, rabat beton itu kondisi nya jelek dan harus mengalami pembongkaran, hal ini diduga kualitas beton yang digunakan tidak sesuai spesifikasi.

Menurut informasi yang dihimpun media Revolusi.co.id, bahwa penyedia jasa material betonisasi, yaitu PT. Kartika Jaya Beton, belum layak mengerjakan pekerjaan rabat beton di Dinas PUTR Kab. Bandung, karena perusahaan itu, belum mendaftarkan diri sebagai salah satu batching plant penyedia jasa beton di Dinas PUTR Kab. Bandung.

Saat media Revolusi.co.id, melakukan investigasi dilapangan, ternyata masyarakat pun mengatakan bahwa pembangunan rabat beton Jalan Cipeujeuh belum satu hari sudah dibongkar kembali karena diduga tidak ada kesesuaian.

“Saya merasa tidak puas dengan pembangunan rabat beton ini, karena baru beberapa hari saja sudah dibongkar kembali, selain itu juga kondisi nya banyak yang retak serta berdebu dan menimbulkan bibit – bibit penyakit bagi warga,”Ungkap warga.

“Saya merasa heran kok bisa Dinas PUTR melaksanakan pembangunan rabat beton seperti ini, karena saya berprediksi ini dalam jangka waktu satu bulan akan ancur, apakah ini lepas pengawasan dari Dinas PUTR, apa karena ada dugaan yang lain, jelas saya sebagai warga Cipeujeuh merasa kecewa,” Ungkap salah seorang warga.

Untuk memastikan hal itu media Revolusi.co.id pun mendatangi kantor UPTD Sapras DPUTR Ciparay di Jalan Barujati Desa Pakutandang Kec. Ciparay Rabu (24/09), namun sangat disayangkan Kordinator wilayah (Korwil ) Agus Acong tidak ada di tempat, dan hanya bertemu dengan salah seorang staff Wahyu.

Menurut Wahyu,” Pak Korwil sedang tidak ada, untuk masalah pembangunan rabat beton di Desa Cipeujeuh dan PT KJB yang diduga tidak masuk daftar dan tidak direkomendasikan oleh DPUTR Kab. Bandung, saya tidak mengetahuinya, yang lebih tahu pak Korwil,” Jelasnya.

Sementara itu Agus Acong selaku korwil di UPTD Sapras DPUTR Ciparay, dihubungi via WhatsApp hanya centang satu dan di duga telah memblokir WhatsApp dari media revolusi co id. Sungguh hal ini terkesan tidak mau berhubungan dengan wartawan dan seolah – olah sembunyi.

Dengan kejadian pembangunan rabat beton di jalan Cipeujeuh Desa Cipeujeuh Kec. Pacet, seharusnya pihak Inspektorat dan Kejaksaan segera memeriksa, pihak – pihak yang telah meloloskan plant selaku penyedia betonisasi yang diduga tidak terdaftar dan belum teruji di DPUTR Kab. Bandung. ( ASEP BOM )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Pembangunan Tower Seluler di Solokanjeruk Resmi di Segel Satpol PP Kab. Bandung
Pembangunan Irigasi di Kp. Cibodo Desa Babakan Diduga Tidak Transparan dan asal – Asalan
Kang DN Anggota DPR RI Dari Fraksi Golkar Sosialisasikan 4 Pilar di Masjid Al Karomah
BTS Solokanjeruk Diduga  Tanpa PBG Tanpa AMDAL Pekerja Tanpa Safety, Dan Pemerintah Tutup Mata
BTS di Desa Solokanjeruk Diduga Tanpa  PBG, Satpol PP Tanpa Tindakan
Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Menjadi Momentum Pipin Arifin Jadi Camat Ibun Definitif
Kejati Jabar Mulai Bergerak! Dugaan Korupsi Rp83 Miliar Proyek Revit Sekolah di Tasikmalaya Memanas
Ketua DPRD Kab. Bandung, Reses Menjadi Ajang Silaturahmi Dengan Masyarakat dan  Kader

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:08 WIB

Cegah Penyakit Masyarakat, Polsek Sidareja Cilacap Amankan Miras dalam Razia Kos-kosan

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:03 WIB

MPC Pemuda Pancasila Cilacap Tegaskan Kabar Aksi “Peduli Mas Bupati” Adalah Hoaks & Upaya Provokasi

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:23 WIB

Kantor Hukum Fredy & Partners Dukung Penataan Parkir Terpusat Pangandaran

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:47 WIB

PAC PEMUDA PANCASILA Sidareja Tebar Kebaikan: Berbagi Takjil Jilid 2 DI Posko Lebaran Berlangsung Khidmat

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:51 WIB

Mudik ke Inggris?”: Kelakar Ahmad Luthfi Saat Lepas Bus Manchester United di Mudik Gratis Jateng

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:19 WIB

Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Desa Karangreja Cilacap, 15 Rumah Warga Alami Kerusakan

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:32 WIB

PAC Pemuda Pancasila Majenang Tebar Kebaikan, Bagikan 3.000 Paket Takjil untuk Masyarakat

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:49 WIB

Instruksi Tegas Ketua MPC Rio Aditya: Loreng Oranye PAC Maos Siap Amankan Agenda Sosial di Pasar Paing

Berita Terbaru