Kab. Bandung, Revolusi.co.id– Pemasangan Bronjong untuk antisipasi bencana longsor di hulu Sungai Citarum Desa Lampegan Kecamatan Ibun, yang baru dilaksanakan beberapa hari oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai ( BBWS ), ternyata tidak transparan dan diduga menggunakan bahan material batu tidak sesuai.

Hal ini terlihat dari tidak adanya papan informasi proyek dan juga para pekerja tidak menggunakan safety bagi para pekerja. Terlihat para pekerja tidak menggunakan helm pengaman dan sepatu boot. Selain itu dalam segi material batu nya juga terlihat bukan batu untuk brojong, karena seperti ada karat tanah dan warna seperti cadas.
Saat dimintai keterangannya Rabu (14/04) kepada salah seorang pengawas dari BBWS, mengatakan,” Untuk segi anggaran saya tidak tahu karena ini pembangunana tanggap bencana, dan dibangunnya langsung oleh BBWS tidak menggunakan pihak ke 3,” jelasnya.
“ada pun penggunaan material batu harus batu seperti apa saya pun tidak punya kewenangan, hanya pihak BBWS yang menentukan, sedangkan untuk volume sendiri panjang nya 18 meter dan tinggi 3 meter. Jadi saya tidak bisa menjelaskan tentang transparansi karena saya tidak punya kewenangan,” Ungkap pengawas dari BBWS.
Sementara itu mandor yang mengerjakan proyek pembangunan Bronjong Sungai Citarum Desa Lampegan Kec. Ibun Dimas, saat dihubungi Rabu (14/01), mengatakan,” saya tidak tahu menahu masalah pengadaan material, saya hanya diperintah dari Kantor BBWS untuk mengerjakan saja, sedangkan untuk HOK saya menerima Rp. 150ribu/orang,” Ungkap nya.
“jadi saya tidak tahu entah ada PT atau CV dalam pengerjaan ini, karena saya hanya membawa pekerja saja dan diperintahkan langsung oleh orang kantor BBWS. untuk mengerjakan Bronjong dengan panjang 18 meter dan tinggi 3,5 meter, sedangkan yang lain – lain saya tidak tahu,” Jelasnya.
Tidak adanya tranparansi dari pihak pengawas BBWS dalam pengerjaan Bronjong di Desa Lampegan Kecamatan Ibun, seakan telah melanggar Undang – Undang transparansi nomer 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik ( KIP ). Selain itu juga telah mengabaikan keselamatan pekerja dengan tidak menggunakan helm dan sepatu boot. ( TIM )



























