Kab. Bandung, REVOLUSI.co.id – Bercermin terhadap beberapa kasus yang selama ini terjadi di Indonesia, yang dimana dalam penanganan perkara seringkali hukum itu tumpul keatas dan tajam kebawah, selain itu pasal – pasal KUHAP yang diterapkan selalu meringankan orang – orang yang berduit, hal ini harus menjadi acuan bagi para penegak hukum di Indonesia agar kedalilan diterapkan seadil adilnya bagi masyarakat luas.
Belajar dari hal diatas keluarga korban dan tim hukumnya berharap dalam persidangan kedua nanti hukum itu adil, seadil adilnya. Maka dari itu saya yakin bahwa Pengadilan Negeri Bale Bandung, akan bekerja secara profesional dan menegakan keadilan, sesuai dengan harapan keluarga korban.
Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Ida saat dimintai keterangannya, Sabtu (09/08), mengatakan,”Kalau saat ini saya tinggal menunggu sidang saja. Ingin ada pantauan agar keadilan bisa ditegakkan.” Pernyataan ini mencerminkan ke tidak puasan dan harapan yang mendalam dari seorang ibu yang merasa anaknya telah diperlakukan tidak adil.
Ibu Ida Yanti menegaskan bahwa kasus ini kini sudah masuk ke ranah jaksa dan hakim. Ia merasa sangat tidak terima dengan perlakuan yang diterima anaknya, yang ditampar tanpa alasan yang jelas. “Kami tidak terima anak kami ditampar begitu saja,” ujarnya dengan nada penuh emosi.
Selain itu juga Ibu Ida Yanti menjelaskan, “Bahwa luka fisik yang dialami anaknya memang terlihat, namun yang lebih mengkhawatirkan adalah dampak psikologis yang ditimbulkan. “Anak saya trauma, mimpi buruk, dan menangis saat tidur malam,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Trauma yang dialami anak saya bukan hanya sekadar kenangan buruk, tetapi juga mempengaruhi kesehariannya. Ibu Ida Yanti menceritakan bagaimana anaknya menjadi lebih pendiam dan sering terlihat cemas. “Setiap kali malam tiba, ia selalu terbangun dengan jeritan,” tambahnya.
Ibu Ida Yanti merasa bahwa sebagai orang tua, ia memiliki tanggung jawab untuk melindungi anaknya dari segala bentuk kekerasan. Ia berharap agar kasus ini menjadi perhatian publik dan mendorong pihak berwenang untuk bertindak lebih tegas terhadap pelaku kekerasan.
Perlindungan anak adalah hal yang sangat penting dalam masyarakat. Ibu Ida Yanti berharap agar kejadian yang menimpa anaknya tidak terulang pada anak-anak lainnya. “Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama terhadap anak-anak yang mungkin menjadi korban kekerasan. “Kita harus bersatu untuk melindungi mereka,” ujarnya.
Media memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu kekerasan terhadap anak. Ibu Ida Yanti mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh media terhadap kasus yang menimpa anaknya.
“Saya berharap media terus mengangkat isu ini agar lebih banyak orang yang sadar akan pentingnya perlindungan anak,” katanya. Ia percaya bahwa dengan dukungan publik, keadilan dapat ditegakkan.
Ibu Ida Yanti kini menunggu dengan penuh harapan sidang yang akan datang. Ia berharap agar semua pihak yang terlibat dalam proses hukum ini dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan adil. “Saya ingin keadilan untuk anak saya,” ujarnya dengan tegas.
Ia juga berharap agar hakim dan jaksa dapat melihat kasus ini dari sudut pandang yang lebih manusiawi, bukan hanya sekadar angka dalam statistik kekerasan. “Setiap anak memiliki cerita dan hak untuk didengar,” tambahnya.
Selain menunggu proses hukum, Ibu Ida Yanti juga berusaha untuk menjaga kesehatan mental anaknya. Ia mencari bantuan psikolog untuk membantu anaknya mengatasi trauma yang dialaminya. “Kami ingin anak kami kembali ceria dan bahagia seperti sebelumnya,” ungkapnya.
Proses penyembuhan ini tentu tidak mudah, namun Ibu Ida Yanti bertekad untuk mendukung anaknya sepenuhnya. Ia percaya bahwa dengan cinta dan perhatian, anaknya akan bisa pulih dari trauma yang dialaminya.
Kasus yang menimpa anak Ibu Ida Yanti adalah pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kesadaran akan kekerasan terhadap anak. Masyarakat perlu lebih peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama terhadap anak-anak yang mungkin membutuhkan perlindungan.
Ibu Ida Yanti berharap agar setiap orang dapat berperan aktif dalam mencegah kekerasan terhadap anak. “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi generasi penerus kita,” ujarnya.
Dengan penuh harapan, Ibu Ida Yanti menanti keadilan untuk anaknya. Ia percaya bahwa setiap usaha yang dilakukan, baik oleh dirinya maupun oleh masyarakat, akan membuahkan hasil. “Saya akan terus berjuang untuk anak saya,” tegasnya.
Semoga kasus ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih peduli dan melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan. Keadilan harus ditegakkan, dan setiap anak berhak mendapatkan kehidupan yang aman dan bahagia. (REDAKSI )






















