Wamendagri Bima Arya::  Birokrasi Berbelit  Perlu Di Pangkas

- Jurnalis

Senin, 28 Oktober 2024 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta, REVOLUSI.co.id–  Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya memperbaiki birokrasi yang berbelit dan lambat dengan mengedepankan inovasi. Arahan ini merupakan respons terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menghilangkan birokrasi yang berbelit-belit, lambat, dan mempersulit.

“Yang disampaikan oleh beliau (Presiden Prabowo) berkali-kali, tidak saja ketika pelantikan, tetapi ketika pembukaan retreat, birokrasi yang ribet, lambat, dan mempersulit harus dihindari. Ini berkali-kali disampaikan,” ujar Bima pada acara Presentasi Kepala Daerah dalam rangka Pemberian Penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2024 di Ruang Sidang Utama (RSU), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (28/10/2024).

Karena itu, Bima pun mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk melakukan inovasi, baik melalui regulasi, teknologi, maupun pendekatan lainnya. Menurutnya, inovasi merupakan kunci untuk merealisasikan arahan Presiden dalam menciptakan birokrasi yang lebih sederhana dan efisien.

“Jadi mari kita jabarkan, Bapak/Ibu, gagasan besar Bapak Presiden yang tidak ingin melihat birokrasi yang ribet,” tambahnya.

Selain itu, Bima mengajak Pemda untuk membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan dan kolaboratif. Hal ini sejalan dengan pesan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, yang berharap inovasi yang dipaparkan di acara tersebut dapat berkelanjutan dan menginspirasi.

“Di depan, tentunya kita ingin jumlah inovasi dari Pemda terus bertambah,” ujarnya.

Ia juga berharap acara ini tidak hanya dipandang sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai platform untuk berbagi inspirasi antardaerah. Setiap ide dan gagasan inovatif yang dibawa oleh Pemda diharapkan dapat diadopsi dan diterapkan di daerah lain yang memiliki kebutuhan serupa.

“Penting bagi kita sekali lagi untuk menyebarkan virus inovasi ini, pembangunan ekosistem inovasi ini ke semua stakeholders pentahelix di daerah masing-masing,” tandas Bima. (R***)

Puspen Kemendagri

Berita Terkait

“Starling” Kuningan dalam Cengkeraman Pungli dan Kekerasan Oknum Satpol PP
Pembajakan Hukum Oleh Bajingan POLRI, Skandal Kriminalisasi Faisal dan Matinya Nurani Polisi
BAP Tipu-tipu Polda Metro Jaya Muncul Kepermukaan Publik, Bukan Rahasia Umum
Gubernur Aceh Kunjungi Korban Pengeroyokan di Polda Metro Jaya
Hukum Rimba di Polda Metro Jaya, Keterlibatan Anggota DPR RI Ranny Fadh Arafiq
Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara  Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya
KPK di Ujung Pusaran “Permainan” Koruptor Yang Jadi Tahanan Rumah
Ceko Beri Pengakuan atas Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 21:08 WIB

Cilacap Menyambut Masa Depan: Hilirisasi Energi dan Semangat Baru Pemuda Pancasila

Rabu, 29 April 2026 - 15:40 WIB

Ketua Komisi A DPRD Cilacap Sambut Groundbreaking Pertamina RU IV: Momentum Emas Ketahanan Energi dan Kesejahteraan Buruh

Selasa, 28 April 2026 - 18:57 WIB

Prabowo Subianto Puji Sistem Pengolahan Sampah Banyumas: Teknologi Lokal, Solusi Nasional

Senin, 27 April 2026 - 19:03 WIB

RSUD Majenang dalam Sorotan: Stok Obat Menipis, Pelayanan Dinilai “Loyo”

Minggu, 26 April 2026 - 22:45 WIB

Perkuat Akar Rumput, Ketua DPD PSI Cilacap Lantik Pengurus DPC dan Ranting Gandrungmangu

Minggu, 26 April 2026 - 12:39 WIB

LSM Trisakti Nusantara Peringati Anniversary Ke 1 di Pangandaran

Minggu, 26 April 2026 - 10:26 WIB

Perkuat Basis di Kroya, PSI Cilacap Susun Komposisi Pengurus Baru

Sabtu, 25 April 2026 - 20:30 WIB

Semarak Hari Kartini 2026 Desa Karangpucung: Perkuat Peran Perempuan dan Perlindungan Anak Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru