Bandung, REVOLUSI.co.id– Dalam pembangunan rehabilitasi gedung perpustakaan di tingkat sekolah dasar yang ada di Kabupaten Bandung, sungguh memprihatinkan, bahkan besar dugaan tidak ada perhitungan yang memadai dari Dinas Pendidikan Kab. Bandung.
Hal ini terbukti dari total anggaran rehabilitasi gedung perpustakaan sebesar Rp. <span;>111.377.800,- dengan pengerjaan selama 60 hari kerja, ini jelas dirasakan akan tidak maksimalnya dalam pembangunan rehabilitasi gedung perpustakaan, pasal nya bila dibandingkan anggaran untuk rehabilitasi gedung dan anggaran untuk gaji pekerja ampir seimbang, sama besarnya itu pun bila pekerja di bayar Rp. 150.000,-.

Namun seandainya rata -rata jumlah pekerja 6 orang dan diambil rata – rata pekerja di bayar per hari Rp. 200ribu dikalikan 60 hari kerja, makan akan lebih membengkak upah pekerja di banding anggaran penerapan rehabilitasi.
Sebenar nya ada apa dengan Dinas Pendidikan Kab. Bandung, yang dimana sekelas rehab ringan saja, pekerjaan harus mencapai 60 hari, apakah ini akan maksimal dalam pengerjaan gedung perpustakaan, apakah hanya menguntungkan, pengusaha sebagai pihak ke 3.
Karena bila kita teliti melihat anggaran rehabilitasi gedung perpustakaan sekolah dasar yang ada di Kab. Bandung dalam pekerjaannya semua 60 hari kerja, dengan begitu anggaran yang digunakan untuk pembangunan rehab hanya mencapai Rp. 30 juta sampai 45 juta. Jadi pada dasar nya lebih besar belanja pekerja dari pada biaya pembangunan.
Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang pemerhati pendidikan Kusmawan, saat dimintai keterangannya Kamis (16/04 ), mengatakan,” Saya merasa bingung dengan Dinas Pendidikan Kab. Bandung, bagaimana cara membuat rancangan anggaran biaya ( RAB ) rehabilitasi perpustakaan ini. Coba kita lihat rehab ringan dikerjakan selama 60 hari, gimana tidak membengkak belanja pegawai kalau seperti itu,”Terangnya. ( ASEP. S )



























