Kab. Bandung, REVOLUSI.co.id – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Ganjarsabar, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang sekaligus menjadi RAT perdana sejak koperasi berdiri.
Agenda ini menjadi tonggak penting konsolidasi organisasi dan peneguhan arah ekonomi desa berbasis koperasi.
RAT yang berlangsung tertib dan penuh antusiasme tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Ganjarsabar, Siti Hasanah, perwakilan Pemerintah Kecamatan Nagreg, unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus dan pengawas KDMP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para anggota koperasi.
Sejak awal kegiatan, suasana RAT terasa hidup. Agenda dibuka dengan pemaparan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, laporan keuangan tahun buku 2025, evaluasi unit usaha, hingga penyampaian rencana pengembangan koperasi tahun 2026.
Para anggota koperasi tampak aktif menyimak, mengajukan pertanyaan, serta memberikan masukan sebagai wujud nyata prinsip demokrasi ekonomi.
Dalam pemaparannya, pengurus KDMP mengungkapkan bahwa KDMP Ganjarsabar berawal dari omzet penjualan sekitar Rp38 juta. Meski masih dalam tahap awal, capaian tersebut dinilai sebagai fondasi penting bagi pertumbuhan koperasi. Ke depan, KDMP ditargetkan mampu berkembang signifikan dan menyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD Desa) sekitar Rp120 juta pada tahun 2026.
Kepala Desa Ganjarsabar, Siti Hasanah, dalam pernyataannya menegaskan bahwa RAT bukan sekadar kewajiban organisasi, melainkan ruang evaluasi terbuka untuk memastikan koperasi berjalan sehat, jujur, dan profesional.
“RAT ini adalah cermin integritas koperasi. Dari sinilah kepercayaan anggota dibangun. Saya mengapresiasi pengurus KDMP yang berani menyampaikan laporan secara terbuka, termasuk capaian dan kekurangannya,” ujar Siti Hasanah pada awak media, Selasa (10/02/2026).
Ia menekankan bahwa target kontribusi PAD Desa sebesar Rp120 juta pada 2026 bukan angka yang mustahil, selama koperasi dikelola dengan manajemen yang kuat dan orientasi usaha yang jelas.
“KDMP berangkat dari omzet Rp38 juta, itu bukan angka kecil untuk koperasi yang masih muda. Jika dikelola konsisten, profesional, dan mendapat dukungan anggota, saya optimistis KDMP bisa tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi PAD Desa serta kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Siti Hasanah menyampaikan komitmen Pemerintah Desa Ganjarsabar untuk terus mendukung penguatan kelembagaan KDMP, baik melalui sinergi program desa maupun pendampingan tata kelola.
“Namun perlu saya tegaskan, dukungan pemerintah desa harus diimbangi dengan disiplin, transparansi, dan tanggung jawab pengurus. Koperasi tidak boleh hanya besar di target, tapi kecil di kepercayaan,” tambahnya.
Perwakilan Pemerintah Kecamatan Nagreg yang hadir turut mendorong agar KDMP menjadikan RAT sebagai budaya tahunan, memperkuat sistem administrasi dan keuangan, serta mengembangkan unit usaha yang benar-benar sesuai dengan potensi desa.
Sementara itu, pengurus KDMP menyatakan kesiapan untuk menjadikan tahun 2026 sebagai fase akselerasi, dengan memperluas jaringan usaha, meningkatkan partisipasi anggota, serta memastikan koperasi mampu menjadi pilar ekonomi desa yang berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya RAT perdana Tahun Buku 2025, KDMP Desa Ganjarsabar kini menapaki babak baru: dari koperasi rintisan menuju kekuatan ekonomi desa yang diharapkan mampu memberi dampak langsung bagi anggota dan pembangunan desa. (Red)



























