Aroma Busuk di Tengah Badai OTT KPK Cilacap, Proyek Siluman di Cigobang Terabaikan

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Majenang, REVOLUSI.co.id– Di saat publik Cilacap masih dikejutkan oleh guncangan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebuah pemandangan janggal justru tersaji di Desa Jenang, Kecamatan Majenang.

Proyek pelebaran jalan di jalur Cigobang kini menjadi sorotan tajam karena dikerjakan layaknya “proyek koboy” yang mengabaikan aturan transparansi publik.

​Pantauan tim investigasi media di lokasi menunjukkan aktivitas alat berat dan pekerja yang sibuk merombak jalan. Namun, ada satu hal penting yang hilang: Papan Informasi Proyek. Sesuai UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Perpres pengadaan barang/jasa, setiap jengkal pekerjaan yang dibiayai uang rakyat wajib memajang identitasnya.

​Siapa kontraktor yang bermain?

​Berapa miliar uang rakyat yang dikucurkan?

​Apa spesifikasi volume pekerjaannya?

​”Seolah Menggunakan APBD Seenak Budel Dewek”

​Ketidak terbukaan ini memicu spekulasi liar di masyarakat. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan kekecewaannya. “Ini uang pajak kami, bukan uang pribadi mereka.

Kalau tidak ada papan proyek, kami curiga ada spesifikasi yang disunat di lapangan,” ujarnya dengan nada sengit.

​Gaya pengerjaan yang terkesan “hantam kromo” tanpa administrasi yang jelas ini dianggap sebagai bentuk arogansi birokrasi dan rekanan. Di tengah sorotan KPK terhadap integritas pejabat di Cilacap, proyek tanpa identitas di Cigobang ini seolah menjadi tantangan terbuka bagi aparat penegak hukum.

​Publik kini bertanya-tanya, apakah aroma tak sedap di Cigobang ini akan tercium sampai ke Gedung Merah Putih KPK? Jika papan informasi yang menjadi syarat paling dasar saja sudah berani ditabrak, muncul pertanyaan besar mengenai kualitas material dan potensi kerugian negara di balik aspal yang akan digelar.

​Masyarakat menuntut Dinas terkait untuk segera turun tangan dan menghentikan gaya “koboy” para kontraktor nakal ini.

Jika transparansi dianggap sebagai formalitas belaka, maka jangan salahkan publik jika mereka meminta KPK untuk kembali “berkantor” di Cilacap guna menyisir proyek-proyek yang baunya mulai menyengat ini.(Buyung/tim)

Berita Terkait

Diduga Gelapkan Modal Investasi dari Pensiunan TNI, Oknum Pimpinan LPK di Sidareja Dilaporkan ke Polisi
​Menggugat Nurani di Tanah Pusako: Kritik Terbuka untuk Pemangku Kebijakan Pesisir Selatan
Politik “Rumah Gadang”: Mengembalikan Marwah Demokrasi di Ranah Minang
Proyek Sekolah Rakyat Majenang Dikeluhkan, Ceceran Lumpur PT Wika Ancam Nyawa Pengguna Jalan
Jawaban Kades Cimerak Dituding Menyesatkan, Publik Desak Inspektorat Turun Tangan!
‎Dugaan “Mafia Peradilan” di PN Sumedang Menguat Dalam Kasus Tol Cisumdawu, KPK Jangan Diam
PPWI dan GIBAS Desak Plt Bupati Cilacap Segera Demosi Pejabat Terkait Kasus KPK
Peringati May Day, Komunitas KGenH dan TNI-Polri Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Sidareja

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:51 WIB

Diduga Gelapkan Modal Investasi dari Pensiunan TNI, Oknum Pimpinan LPK di Sidareja Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:40 WIB

Politik “Rumah Gadang”: Mengembalikan Marwah Demokrasi di Ranah Minang

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:33 WIB

Proyek Sekolah Rakyat Majenang Dikeluhkan, Ceceran Lumpur PT Wika Ancam Nyawa Pengguna Jalan

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:02 WIB

Jawaban Kades Cimerak Dituding Menyesatkan, Publik Desak Inspektorat Turun Tangan!

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:54 WIB

‎Dugaan “Mafia Peradilan” di PN Sumedang Menguat Dalam Kasus Tol Cisumdawu, KPK Jangan Diam

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:45 WIB

PPWI dan GIBAS Desak Plt Bupati Cilacap Segera Demosi Pejabat Terkait Kasus KPK

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:56 WIB

Peringati May Day, Komunitas KGenH dan TNI-Polri Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Sidareja

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:52 WIB

Peringati May Day, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Buruh Jalan Sehat di Ungaran

Berita Terbaru