Gandrungmangu, REVOLUSI.co.id -Menyikapi ramainya pemberitaan di media sosial terkait foto kerusakan (beton pecah) pada proyek penanganan jalan ruas Gandrungmanis – Bulusari, tim investigasi media melakukan peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan di Kecamatan Gandrungmangu, Jumat (24/04).
Berdasarkan pantauan di lapangan, proses pengerjaan saat ini terpantau berjalan lancar dan kondusif. Tim juga melakukan klarifikasi teknis guna memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat mengenai proyek yang didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2026 ini.

Untuk memastikan keterbukaan informasi publik, berikut adalah rincian proyek yang sedang berjalan:
Pekerjaan: Penanganan Long Segment (Pemeliharaan, Peningkatan/Rekonstruksi) Gandrungmanis – Bulusari.
Instansi: Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Cilacap.
Nilai Kontrak: Rp 8.532.058.000,00.
Kontraktor Pelaksana: CV. BIRAWA.
Konsultan Pengawas: CV. CAHAYA KONSULTAN.
Masa Pelaksanaan: 120 Hari Kalender (Terhitung sejak 13 Februari 2026).
Penjelasan Teknis Konsultan Pengawas
Di lokasi proyek, Dimas selaku perwakilan dari CV. CAHAYA KONSULTAN memberikan penjelasan mendalam mengenai spesifikasi teknis guna menanggapi isu kerusakan yang beredar. Ia memaparkan bahwa setiap tahapan pengerjaan telah melalui perhitungan volume dan mutu yang ketat sesuai kontrak.
Secara spesifik, proyek ini menggunakan beton dengan mutu Fs 38 setebal 20 cm, yang didasari lapisan Fc 10 setebal 10 cm. Total panjang penanganan mencapai 2.917 meter.
Beberapa poin teknis yang ditegaskan meliputi:
Ketebalan Material: Pengawasan ketat dilakukan mulai dari Lapis Pondasi Atas (LPA) hingga lapisan Lean Concrete (LC) atau beton dasar.
Mutu Beton: Standar beton yang digunakan telah memenuhi persyaratan ketahanan jangka panjang, disesuaikan dengan beban lalu lintas di wilayah tersebut.
Presisi Konstruksi: Seluruh tahapan, mulai dari pemadatan hingga pengecoran beton utama (rigid), diawasi secara berkala untuk memastikan akurasi volume, baik panjang maupun lebar.
Terkait foto beton pecah yang sempat viral, tim di lapangan tidak menemukan kendala signifikan yang menghambat aktivitas. Proses konstruksi terus dipacu agar selesai tepat waktu sesuai target 120 hari kalender.
Pihak pengawas menegaskan bahwa koordinasi antara penyedia jasa, konsultan, dan dinas terkait tetap berjalan intensif.
Hal ini dilakukan untuk memastikan hasil akhir infrastruktur dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Gandrungmangu dan sekitarnya dengan kualitas terbaik. (Buyung***)



























