Jakarta, REVOLUSI.co.id– Kini Pejabat Negara setingkat menteri yang duduk di Kabinet Merah Putih menyuarakan rakyat bayar zakat, untuk memenuhi kebutuhan Makan Bergizi Gratis ( MBG ) yang menurut mereka MBG adalah program yang baik dan benar.
Entah pola fikir nya seperti apa pejabat negara sekarang ini, dulu zakat itu untuk fakir miskin dan kaum duafa, namun sekarang berubah bahwa zakat itu untuk memenuhi MBG, apakah ini tidak salah kaprah bila zakat digunakan untuk MBG.
Kalau demikian, dalam Pemerintahan yang di pimpin oleh mantan Jendral Prabowo Subianto, terdapat 48 menteri, 52 wakil menteri dan 10 pejabat setingkat menteri, dari jumlah total 112 pejabat negara ini dan menyumbangkan gaji mereka sebesar 70% setiap bulannya dan dibagikan untuk rakyat yang tidak mampu.
Selain itu juga bila ditambah dengan anggota parlemen yang dimana sebanyak 732 anggota MPR RI, 580 anggota DPR RI dan ditambah 152 anggota DPD RI, setiap gaji yang mereka terima sebesar 70% disumbangkan bagi rakyat yang tidak mampu, maka rakyat di negeri ini akan makmur dan sejahtera.
Kita jangan muluk – muluk dari jumlah Kabinet Merah Putih saja sebanyak 112 orang, ditambah jumlah anggota Parlemen sebanyak 1.464 anggota, bila di jumlahkan 1574 pejabat negara diwajibkan mengumpulkan gaji nya sebesar Rp. 20 juta/ bulan, untuk dibagikan kepada rakyat menengah kebawah, maka rakyat Indonesia akan merasa sejahtera.
Namun yang jadi pertanyaan sanggupkah mereka menyumbangkan gaji nya setiap bulan untuk kepentingan rakyat, karena jika dihitung secara matematika dari 1574 pejabat negara diambil rata – rata gaji nya disumbangkan bagi rakyat sebesar 50 juta, maka dalam sebulan akan terkumpul uang sebesar Rp. 78.700.000.000,-
Coba kita bayangkan urang sebesar Rp. 78. 700.000,- satu bulan bila di kali setahun, apakah tidak mampu untuk membiayai masyarakat yang tidak mampu, coba pikir secara logika, bila ini terjadi terus – menerus maka rakyat Indonesia akan makmur dan sejahtera.
Penulis : Pimpinan Umum Revolusi






















