• Home
  • Ekonomi
  • Pertagas: Proyek Duri-Dumai jadi ujian pembentukan holding migas

Pertagas: Proyek Duri-Dumai jadi ujian pembentukan holding migas

Jumat, 02 Juni 2017 05:49:00
BAGIKAN:
REVOLUSI.CO.ID, DUMAI - Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Gas atau Pertagas menilai pembangunan ruas pipa Duri-Dumai yang dilakukan Pertagas bersama PT PGN (Persero) merupakan proyek strategis sebagai salah satu penentu keberhasilan pembentukan induk usaha (holding) migas.
 
"Ini tes atau ujian dari pemerintah, bisa tidak ini dikerjakan bersama," kata Presiden Direktur Pertagas Toto Nugroho seperti dikutip dari Antara, Kamis (1/6).
 
Toto menjelaskan, proyek pipa ruas Duri-Dumai di Provinsi Riau, dibangun bersama Pertagas dan PGN. Konsumen gas dari pipa Duri-Dumai ini juga berasal dari Pertagas dan PGN.
 
Dia mengakui, kerja sama operasi untuk ruas Duri-Dumai tersebut pada awal pembahasan memang cukup alot, khususnya yang terkait dengan soal penentuan jumlah saham dan penyertaan modal. Namun masalah tersebut kini sudah disepakati dimana Pertamina memegang saham mayoritas di proyek tersebut.
 
Pengerjaan ruas pipa Duri-Dumai ditargetkan dapat selesai dalam 18 bulan. Alokasi gas nantinya akan dipasok dari Blok Bentu yang dikelola oleh PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) sebesar 57 BBTUD (billion british thermal unit per day) dan Blok Corridor yang dikelola oleh ConocoPhilips sebesar 40 BBTUD.
 
Di lain hal, Pertagas mencatatkan laba bersih sebesar USD 54,6 juta atau sekitar Rp 726,1 miliar (kurs Rp13.300) hingga April 2017. Realisasi laba bersih periode Januari-April 2017 itu setara 36,3 persen dari target perseroan sepanjang tahun ini sebesar USD 150,24 juta.
 
Dia mengatakan, raihan laba perseroan terutama berasal dari toll fee penyaluran gas, khususnya pada ruas pipa utama seperti Arun-Belawan serta ditunjang oleh sudah beroperasinya ruas pipa baru yakni Muara Karang-Muara Tawar serta Porong-Grati.
 
"Tahun ini kami juga beruntung dengan harga LPG yang cukup tinggi sehingga kontribusi Perta-Samtan Gas cukup besar," ujar Toto.
 
Perta-Samtan Gas merupakan anak usaha Pertagas yang memproduksi liquefied petroleum gas (LPG). Pertagas tercatat menguasai 66 persen saham Perta-Samtan, sisanya 33 persen dikuasai Samtan Co Ltd, perusahaan asal Korea Selatan.
 
Menurut Toto, kinerja laba bersih Pertagas tahun ini diproyeksi lebih rendah dibandingkan realisasi 2016 yang mencapai USD 159,07 juta. Proyeksi laba 2017 juga lebih rendah dari realisasi laba bersih 2015 sebesar USD 151,08 juta.
 
Faktor utama dari lebih rendahnya target laba bersih tahun ini adalah kebijakan pemerintah yang telah mematok harga gas di kisaran tertentu, termasuk besaran toll fee.
 
Toto menjelaskan, Permen ESDM No 434 K/12/MEM/2017 tentang Harga Gas Bumi untuk Industri di Wilayah Medan dan Sekitarnya yang terbit pada 13 Februari 2017, langsung berpengaruh pada harga gas di Medan dan sekitarnya.
 
Gas untuk kawasan tersebut dipasok dari PT Pertamina Hulu Energi dan PT Pertamina EP dan masuk ke ruas Arun-Belawan. "Toll fee-nya telah turun dari USD 2,53 per MMBTU menjadi USD 1,8 per MMBTU," katanya.
 
Pertagas saat ini mengembangkan tiga pipa gas transmisi sepanjang 513 kilometer (km) di Sumatera Selatan (Sumsel), Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim). Aksi korporasi ini melengkapi tuntasnya pembangunan infrastruktur pipa gas pada 2016 sepanjang 225 km.
 
Proyek pertama yang digarap perseroan adalah pipa gas Grissik-Pusri (Sumsel) sepanjang 176 km. Pipa ini akan mengalirkan gas untuk pabrik pupuk dan pembangkit listrik di kawasan Sumsel. Total kapasitas gas sebanyak 160 MMSCFD. "Kami sudah memperoleh izin untuk proyek ini dari gubernur dan juga bupati, tinggal ground breaking," katanya.
 
Proyek kedua adalah pipa gas looping Gresik-Petrokimia Gresik (Jatim) sepanjang 70 km. Gas yang dialokasikan sebanyak 85 MMSCFD dan diharapkan onstream (mulai dialirkan) pada Juli 2017. Proyek ketiga, pipa gas Gresik-Semarang (Jateng) berkapasitas 500 MMSCFD dengan konsumen pembangkit listrik dan industri. 
 
"Pemasangan pipa open acces ini melewat tujuh kabupaten/kota di Jateng dan Jatim," tutupnya.(merdeka.com) 
BAGIKAN:
KOMENTAR