• Home
  • Ekonomi
  • Penolakan Pembangunan Hotel Berbintang dan Apartemen Terus Disuarakan

Di Kompleks Plaza Sukaramai

Penolakan Pembangunan Hotel Berbintang dan Apartemen Terus Disuarakan

Kamis, 08 September 2016 14:11:00
BAGIKAN:
Foto Riaupos
Bagian depan gedung Plaza Sukaramai di Jalan Jenderal Sudirman dibuat kios-kios kecil sebagai tempat penampungan sementara (TPS) pedagang untuk berjualan.
PEKANBARU-Wacana pembangunan hotel berbintang dan apartemen di kompleks Plaza Sukaramai, Jalan Jenderal Sudirman terus bergulir. Pemko Pekanbaru telah membentuk tim pengkaji yang akan menelaah apakah usulan pihak pengelola Plaza Suakarami tersebut patut diterima atau ditolak.
 
Sementara, penolakan rencana itu nyaring disuarakan. Tak hanya dari kalangan pedagang plaza, tapi juga kalangan DPRD Pekanbaru. Rencana pembangunan ini dinilai telah melukai hati ribuan pedagang plaza yang hingga saat ini masih berjualan di tempat penampungan sementara (TPS) yang serba terbatas.
 
“Kami menolak jika pengelola membangun hotel. Itu artinya pengelola telah melukai hati kami sebagai pedagang yang telah belasan tahun berjualan sebelum gedung terbakar hingga bangunan terbakar.  Saya menilai nantinya pedagang akan dipinggirkan oleh pengelola dengan adanya bangunan baru,” kata Eka (41), salah seorang pedagang baju kepada Riau Pos.
 
Apalagi, kata Eka, para pedagang selama ini trauma dan tidak percaya lagi kepada pengelola karena udah sering terabaikan. Apalagi pascakebakaran. Pedagang merasa sudah tidak dipedulikan bahkan terancam tidak terakomodir untuk mendapatkan tempat berjualan yang layak.
 
“Kami menolak rencana pengelola untuk mendirikan bangunan baru seperti gedung parkir, hotel maupun apartemen di sekitar sini,” tegasnya lagi.
 
Pedagang lainnya juga berpendapat sama. Edi Campai (45) menolak keras jika pengelola membangun hotel. Sebab permasalahan renovasi yang dijanjikan pihak pengelola belum juga terselesaikan. 
 
“Selesaikan dulu masalah pascakebakaran. Gedung itu layak direnovasi. Lakukanlah! Jangan dibangun hotel,” ucapnya. Ia menilai, jika pengelola diberi izin membangun hotel, apartemen dan gedung lainnya, tentu akan banyak mekanisme yang mesti dilalui, sehingga memperlama proses renovasi gedung yang seharusnya bisa ditempati pedagang. 
 
Ia mengingatkan bahwa di bangunan Plaza Sukaramai tersebut masih ada hak pedagang sesuai kontrak perjanjian dengan pengelola. “Hak kami masih ada sembilan tahun lagi. Kios sudah kami beli,” terangnya.
 
Pedagang lainnya Budi (40) mengaku ia mendengar pengelola akan membangun sebuah hotel bintang lima dengan 12 lantai di kawasan Plaza Sukaramai. 
 
“Bukannya memberi kepastian kapan gedung Plaza Sukaramai direnovasi, di sana (Plaza Sukaramai, red) justru heboh tersiar kabar akan dibangun hotel bintang lima 12 lantai.
 
 Jika dibangun hotel, bagaimana kami bisa berdagang? Kenapa pula pemko harus mengkaji rencana pengelola Sukaramai itu?” sebutnya. Penolakan juga datang dari para pembeli. Mengingat Plaza Sukaramai sering menjadi tujuan berbelanja warga yang datang dari luar Kota Pekanbaru.
 
”Dari dulu kami berbelanja perlengkapan baju menjelang hari raya bahkan baju biasa di sini (Sukaramai, red). Karena harganya terjangkau. Jika di sini dibangun hotel, tentunya hilang imej pasar murah yang terkenal dengan grosirannya itu,” ujar Santi (39), warga dari Simpang Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu.
 
Menurutnya, seharusnya pengelola memikirkan ulang terlebih dahulu jika dibangun hotel. “Karena itu akan mematikan ratusan pedagang dan kami sebagai konsumen dari luar daerah juga terkena imbasnya,” ujarnya.
 
Suara penolakan juga datang dari kalangan DPRD Pekanbaru. Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Darnil menyebutkan ia banyak menerima keluhan dari para pedagang.
 
"Dari keluhan warga itu, kita berharap kepada pemko tidak melakukan itu (kawasan hotel bintang lima, red) dulu. Jelaskan dulu nasib para pedagang,” ungkap politisi Hanura.
 
Dikatakan Darnil, Pemko harus menepati janji kepada pedagang. “Artinya janji yang sudah disampaikan untuk pedagang harus ditepati dulu. Pemko tidak bisa semena-mena dalam hal ini,” ujar Ketua DPC Hanura Pekanbaru ini. Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri juga menegaskan pemko supaya mengakomodir dulu keinginan pedagang. 
 
‘‘Setelah itu, jika ada peluang untuk investasi hotel, bisa saja. Nanti bisa terintegrasi hotel dengan pasar,’’ katanya.(rpc)
BAGIKAN:
KOMENTAR