• Home
  • Dumai
  • PWI Dumai Siap Dampingi Wartawan Korban Penganiayaan dan Dukung Aksi Demontrasi

PWI Dumai Siap Dampingi Wartawan Korban Penganiayaan dan Dukung Aksi Demontrasi

Minggu, 26 September 2021 14:18:00
BAGIKAN:
Sejumlah Organisasi Pers Melakukan Pertemuan Bahas Rencana Aksi

Revolusi.co.id, Dumai - Sejumlah forum pers Kota Dumai telah melaksanakan pertemuan dan mengagendakan rencana aksi demontrasi terkait kasus penganiayaan terhadap HN, salah seorang jurnalis media online dan juga anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai, pada Kamis (23/09/2021) lalu.

Seperti pertemuan organisasi pers terdiri dari IMO, PWRI, Forgan, PPWI, JMSI dan sejumlah wartawan, mereka yang tergabung dalam Forum Lintas Wartawan (FLW), pada Jumat (24/09/2021) sore.

FLW telah mengagendakan demontrasi sebagai bentuk perlawanan atas kasus penganiayaan sejumlah pewarta di Kota Dumai. Rencana aksi demontrasi akan digelar pada Senin (27/09/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.

Terkait rencana aksi yang akan dilakukan sejumlah organisasi tersebut, Ketua PWI Kota Dumai Bambang Rio menegaskan mendukung rencana aksi.

"Kita mengutuk keras apapun kekerasan yang dilakukan kepada wartawan, perihal kasus Hendri kita siap melakukan pendampingan sampai kemana saja, kita juga mendukung aksi yg Akan dilakukan kawan-kawan," kata Bambang Rio.

Selain itu Bambang Rio juga mengatakan PWI Dumai telah menyatakan sikap dalam kasus penganiayaan wartawan, antara lain:

1. Mengutuk keras kekerasan yang dilakukan kepada Hendri D, wartawan Pantau Riau. Aksi kekerasan baik itu kepada wartawan dan warga masyarakat, apalagi oleh oknum TNI secara bersama-sama. Karena aksi kekerasan bertentangan dengan hukum.

2. Mendukung langkah dan upaya dari korban Hendri D dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi serta siap memberikan pendampingan.

3. Menghimbau kepada seluruh anggota PWI Kota Dumai untuk mematuhi Kode Etik Jurnalistik dan Kode Prilaku Wartawan dengan menempatkan keselamatan pribadi di posisi teratas.

4. Menghimbau kepada semua pihak untuk menggunakan cara-cara persuasif dan menghindari kekerasan. Terutama keoada wartawan. Jika ada pihak-pihak yang merasa dirugikan atau merasa diintimidasi agar menggunakan UU pers, melaporkan ke media bersangkutan bekerja, ke organisasi dimana ia bernaung dan ke dewan pers.

5. Semoga kedepan kekerasan kepada masyarakat terutama kepada wartawan dalam menyelesaikan masalah tidak terulang kembali.

"5 (lima) poin ini adalah pernyataan sikap dari PWI Kota Dumai," pungkasnya. (can)

BAGIKAN:
KOMENTAR