• Home
  • Dumai
  • Hotel Comfort Diduga Tempat Peredaran Miras dan Tempat Prostitusi

Hotel Comfort Diduga Tempat Peredaran Miras dan Tempat Prostitusi

Kamis, 28 Juli 2016 19:43:00
BAGIKAN:
DUMAI-Pemerintah Kota Dumai mulai menerapkan dan memberlakukan larangan penjualan Minuman Keras (Miras) di warung dan minimarket menindak lanjuti keputusan Menteri Perdagangan RI No.6/M-DAG/PER/4/2015. Selain dari tempat tersebut, masyarakat menginginkan aparatur Pemerintah Kota Dumai melakukan pengawasan disejumlah hotel yang ada di Dumai. Salah satu hotel yang paling mendapat sorotan tajam dari masyarakat Dumai adalah hotel Comfort yang berada di jalan Jendral Sudirman. Karena, menurut masyarakat sekitar, hotel Comfort tersebut memilki fasilitas penunjang seperti karaoke, sauna dan tempat pijat. Masyarakat mensinyalir praktek prostitusi juga akan sangat rentan terjadi di hotel ini. Apalagi petugas di hotel tersebut tidak menanyakan kepada tamu yang menginap tentang surat nikah dan lainnya bagi memastikan setiap yang menginap berpasangan.       Salah seorang masyarakat Dumai yang juga selaku Ketua Indonesian Corruption Investigation (ICI) Kota Dumai, Encik Sammuer menegaskan pihak hotel agar selektif dalam menerima tamu yang menginap. Dan kepada instansi terkait agar dapat menindak tegas bagi hotel yang nakal tersebut. " Kita harap Pemerintah tidak hanya melakukan pengawasan di tempat hiburan dan warung saja melainkan harus sidak ke hotel. Karena peredaran terbesar minuman keras itu ada di hotel. Apalagi di hotel Comfort yang kita tau pihak hotel menyediakan ruangan karaoke, sauna, dan pijat. Dan berbeda dengan hotel lainnya yang tidak menyediakan tempat karaoke, "sebut Sammuer, Senin (28/7) Tapi meskipun di hotel lainnya tak ada fasilitas karaoke Sammuer berharap agar tetap dilakukan pengawasan. " Kita minta kepada aparatur Pemerintah Dumai untuk menindak tegas bagi hotel yang tidak mau mengikuti aturan itu. Apalagi bagi hotel yang ada fasilitas karaoke, ini mesti diawasi secara ketat, "tegas Sammuer. hotel terhadap adanya praktek prostitusi, karena ini juga sangat merusak masa depan generasi bangsa dan menjadi penyakit masyarakat. " Ya, kita tau bagaimana berlangsungnya praktek mesum bagi tamu hotel dengan wanita panggilan atau juga yang disediakan oleh pihak hotel itu sendiri. Saya sering melihat di hotel Comfort wanita malam yang keluar masuk dengan bebas tanpa ada seleksi yang ketat oleh pihak hotel, "sebut Sammuer dengan sedikit kesal. Sammuer sangat mendukung upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah soal larangan peredaran minuman keras tersebut. Dia meminta kepada Pemko Dumai agar ini dilakukan sesuai intruksi dari Pemerintah Pusat. Sementara itu, bagi mendapatkan jawaban tentang informasi yang disampaikan masyarakat tersebut, Harian Detil mencoba menanyakan hal tersebut kepada pihak hotel. Namun pihak hotel Comfort terkesan menutup informasi tersebut. Ketika Harian Detil hendak bertemu dengan General Manager (GM) hotel Comfort Suryana, anggotanya mengatakan GM lagi sibuk. Dan satu hari sesudah itu Harian Detil  menghubungi Suryana melalui sambungan selulernya, Dia mengatakan tidak bisa diganggu karena sibuk. " Saya sibuk sampai beberapa hari kedepan, jadi saya tak bisa diganggu dulu, dan saya tidak bisa membuat agenda untuk temu janji, "katanya dengan nada sombong. (Ocu)
BAGIKAN:
KOMENTAR