• Home
  • Dumai
  • AMP2B Minta Aparat Penegak Hukum Tuntaskan Kasus Eko Suharjo

AMP2B Minta Aparat Penegak Hukum Tuntaskan Kasus Eko Suharjo

Rabu, 28 Oktober 2020 11:19:00
BAGIKAN:
 
Revolusi.co.id,Dumai - Aliansi Mahasiswa Pemantau Pilkada Bersih(AMP2B) meminta sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) segera menuntaskan penanganan kasus yang melibatkan Calon Walikota Dumai nomor urut 2, Eko Suharjo.
 
Eko Suharjo ditetapkan sebagai tersangka oleh Gakumdu karena melibatkan unsur Aparatur Sipil Negara(ASN) pada Kampanye dirinya baru baru ini.
 
Desakan penuntasan kasus tersebut disampaikan AMP2B saat menggelar orasi di Tugu Zapin jalan Jendral Sudirman Pekanbaru,Selasa(27/10) kemaren.
 
Aksi demo yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Mahasiswa(Wapresma) Universitas Langcang Kuning(Unilak),Cecep Permana Galih dalam orasinya mengecam keras kepada pihak pihak yang melakukan intervensi terhadap penanganan kasus pelanggaran Pilkada di Dumai.
 
"Jangan ada pihak yang coba coba intervensi kasus ini, calon Walikota yang melakukan pelanggaran harus mendapat sanksi tegas, ini harus dijadikan pembelajaran kedepan agar tidak ada lagi kecurangan yang dilakukan oleh calon pemimpin," ujar Cecep dalam orasinya.
 
Untuk itu AMP2B memberikan apresiasi dukungan terhadap Kapolda Riau dan Kapolres  se Propinsi Riau yang telah bekerja keras menjaga suasana tetap kondusif jelang Pilkada serentak  yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020.
 
"Kami memberikan apresiasi positif terhadap kinerja Kapolda Riau beserta jajaran nya yang tetap menjaga suasana kondusif jelang Pilkada serentak,"tegasnya.
 
Ditengah aksinya, Aliansi Mahasiswa Pemantau Pilkada Bersih akhirnya diterima oleh perwakilan Kapolda Riau. Mereka kemudian menyerahkan lembaran yang menjadi poin tuntutan dan berharap segera ditindaklanjuti. Sebagai wujud rasa simpati, sebelum membubarkan diri perwakilan mahasiswa menyerahkan bunga kepada perwakilan Kapolda Riau. 
 
Sebelumnya, Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Dumai dikutip dari detik.com menetapkan calon Wali Kota Dumai Eko Suharjo sebagai tersangka tindak pidana Pilkada. Wakil Wali Kota Dumai itu diduga melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dalam kampanyenya di Pilkada Dumai. 
 
"Benar, kita menetapkan Eko Suharjo salah satu calon kepala daerah sebagai tersangka tindak pidana Pilkada," kata Koordinator Gakkumdu Kota Dumai, Agung Irawan, Selasa (20/10/2020). 
 
Agung mengungkapkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polres Dumai terkait kasus Eko sudah diterima pada Senin (19/10) kemarin. SPDP itu merupakan tindak lanjut dari laporan Bawaslu yang diteruskan ke polisi. 
 
"Laporan pertama dari pihak Bawaslu Dumai terkait melibatkan ASN dalam kampanye. Dari laporan Bawaslu tersebut akhirnya ditetapkan sebagai tersangka," kata Agung yang juga menjabat Kasi Pidum Kejari Dumai. 
 
Pada sisi lain, Calon Walikota Dumai, H Paisal, SKM, MARS turut bersimpati atas persoalan yang menimpa Eko Suharjo pasca ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pelanggaran Pilkada. Pihaknya mendo'akan Eko Suharjo mampu menyelesaikan persoalan tersebut dengan baik. 
 
" Kita kaget juga waktu mendengar Eko Suharjo ditetapkan sebagai tersangka. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran buat kita bersama. Kami mendo'akan pasangan Eko-Syarifah bisa melewati dan menyelesaikan masalahnya," ujar Calon Walikota Dumai, H Paisal, SKM, MARS yang berpasangan dengan H Amris di Pilkada Dumai 2020 dengan nomor urut 3, Kamis (22/10/20) minggu lalu.
BAGIKAN:
KOMENTAR