Diduga Uang Langganan Koran Di Gondol Oknum Pengelola Dari Kepala SD

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab. Bandung, REVOLUSI.co.id – Ternyata dalam pengelolaan anggaran Biaya Operasional Sekolah ( BOS ) seakan hanya menjadi sebuah isapan jempol bagi dunia pendidikan, dengan ada nya BOS banyak oknum – oknum kepala sekolah yang memanipulasi data untuk meraih keuntungan.

Salah satunya yang lagi hangat di Kabupaten Bandung adalah anggaran langganan koran, yang selalu dinilai tidak transparan dan seakan dijadikan ladang meraup keuntungan bagi oknum – oknum yang memainkan instrumen pengelola.

Salah satu instrumen yang selalu dimainkan oleh oknum – oknum ini adalah kwitansi koran yang sudah tidak lagi berlangganan dan sudah gulung tikar. Bahkan selain itu juga langganan media masa ternyata banyak yang tidak dibayar, namun secara kasat mata bendahara sekolah sudah membayar langganan koran setiap bulannya.

Hal ini yang perlu diluruskan dan diselidiki oleh Aparat Penegak Hukum ( APH ), agar bantuan BOS sesuai dengan peruntukannya dan langganan media masa ( koran ) tidak dijadikan sebagai ajang korupsi oleh oknum – oknum yang ada di dalam dunia pendidikan.

Banyak pengusaha media masa mengeluhkan hal tentang pembayaran koran yang selalu terlambat bahkan nunggak dalam pembayarannya, bahkan tak tanggung – tanggung,, di satu kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung, sekolah dasar menunggak pembayaran koran mulai dari 6 bulan sampai 2,5 tahun. Padahal Kepala SD sudah membayarnya kepada pihak pengelola.

Ini yang seharusnya menjadi catatan APH agar diperiksa menyeluruh bagi sekolah – sekolah yang menunggak pembayaran koran, karena bantuan BOS SD setiap bulannya bisa dicairkan, dengan batas minimal tunai Rp 5 juta.

Disini yang menjadi pertanyaan para pengusaha media masa, kenapa dari pihak sekolah sudah membayar kepada pengelola , namun langgan korannya tidak dibayarkan. Ini yang mestinya dijadikan referensi untuk mengaudit bantuan BOS.

Bahkan menurut salah seorang wartawan di Kab. Bandung yang sudah bermitra dengan Sekolah, saat dihubungi mengatakan,” Itu semua benar adanya, saya sudah bertahun tahun bermitra dengan sekolah – sekolah, bahkan para Kepala SD sudah membayar langganan koran dan belum pernah menunggak,” Jelasnya.

“Namun kenapa uang langganan koran tidak sampai pada wartawan nya, ini yang menjadi pertanyaan, namun banyak pengelola yang berdalih bahwa Kepala sekolah belum bayar, namun Kepala SD mengatakan sudah membayar lunas,” Ungkap salah seorang wartawan.

Menurut beberapa awak media yang koran nya sudah berlangganan ke sekolah yang ada di Kab. Bandung, ternyata ada 15 kecamatan yang menunggak pembayaran langganan koran, salah satu nya Kecamatan Nagreg, Cicalengka, Cimenyan, Solokanjeruk, Majalaya, Ibun, Pacet, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Pameungpeuk, Banjaran, Cangkuang, Katapang, Rancaekek, dan Kec. Cimaung.

Temuan ini, berawal dari salah satu Kepala SD di wilayah Kec. Rancaekek, yang dimana para Kepala SD yang ada di Kec. Rancaekek, sudah membayar langganan koran, namun ternyata tidak dibayarkan kepada awak media oleh salah seorang pengelola Koran. Setelah itu melebar lah ke beberapa kecamatan, ternyata uang langganan koran bukan tidak di bayar tapi di gondol oleh oknum pengelola.

Tunggakan pembayaran koran SD yang ada di Kab. Bandung itu hampir rata – rata nunggak langganan koran dari 6 bulan sampai 2,5 tahun, namun aneh nya tidak ada yang mempertanyakan kemana uang pembayaran koran dari Kepala SD tersebut. ( REDAKSI )

 

Berita Terkait

Masuki Bangunan Bersegel Marwah Satpol PP  Di lecehkan PT. PLN Majalaya,  Oknum Ormas & LSM Diduga Terima Suap
Pengguna Jalan Dukung  Pembangunan Jalan Raya Majalaya-Pacet Desa Neglasari
AKSERA Tingkat  RA Di Kec. Paseh, Diduga Siswa Harus  Bayar Rp. 250.000
Produksi Seragam Anak di Aneka Jaya Kosambi Kota Bandung Diduga Tidak Kantongi Sertifikat SNI
Rumah warga RT 03 RW 09 Desa Majakerta Majalaya Mau Roboh, Pemerintah Tidak Ada Perhatian
Perkuat Sinergitas Kamtibmas, Polsek Majalaya Gelar Apel Gabungan Bersama Masyarakat
Rabat Beton Siluman di Ciraab Ds. Sudi Kec. Ibun, Harus Ketat Pengawasan
Korupsi Laptop BGN Capai Rp500 Miliar: BPK dan Kejagung Mulai Bergerak, PPWI Desak Pencopotan Kepala BGN

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 02:16 WIB

Tabrak Aturan Adat, Sikap  Pemda Bungkam  Dipertanyakan, Rekomendasi Tegas DPRD Pessel : Bongkar Atau Ubah Klenteng

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:07 WIB

​Masyarakat Desak Pemkab Pessel Bertindak Tegas: “Jangan Hanya Berteori di Media Sosial!”

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:49 WIB

​PROTES KERAS ELEMEN MASYARAKAT PESISIR SELATAN TERKAIT BANGUNAN MENYERUPAI KLENTENG DI PULAU CUBADAK

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:43 WIB

PMI Cilacap Jawab Kritik Transparansi: Audit Independen dan Aturan Hukum Jadi Landasan

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:43 WIB

Mandat Rakyat Bukan Cek Kosong: Menagih Tanggung Jawab Eksekutif dan Pengawasan Legislatif

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:41 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, MPC Pemuda Pancasila Cilacap dan PT EDS Gelar Khitanan Massal Gratis

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:37 WIB

Soroti Antrean Obat dan Fasilitas Farmasi, Komisi D DPRD Cilacap Sidak RSUD Majenang

Senin, 11 Mei 2026 - 20:21 WIB

​PPNI Tegaskan Aksi Terkait Polemik Izin Rumah Ibadah Murni Gerakan Rakyat

Berita Terbaru