Warga Cor Jalan Menuju Masjid, Bukti Tidak Mampu nya Pemdes Bantarsari

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Cilacap, REVOLUSI.co.id -Kritik tajam dialamatkan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Bantarsari menyusul keberhasilan seorang pewarta lokal, Marjuki Wiyono, yang secara mandiri memprakarsai pengecoran akses jalan desa vital menuju masjid di Gerumbul Petenangan, RT.05, RW.03. Proyek rabat beton sepanjang kurang lebih 150 meter ini didanai murni oleh donasi, menambal lubang pengabaian Pemdes yang berlangsung lebih dari dua dekade.

Jalan sepanjang 150 meter ini adalah akses jalan desa yang sehari-hari di lewati warga Gerumbul Petenangan menuju tempat ibadah.

Namun, kondisinya memprihatinkan sejak perbaikan terakhir pada tahun 2002, yang hanya berupa paving block dari anggaran aspirasi dewan.
​Marjuki Wiyono menegaskan bahwa sejak tahun 2002 hingga pembangunan  swadaya ini dimulai, jalan tersebut “belum tersentuh oleh Pemdes.”

​”Kondisi jalan ini sudah memprihatinkan, apalagi sebentar lagi bulan puasa. Akses ini sangat vital bagi masyarakat menuju mesjid. Seharusnya Pemdes tanggap melihat kebutuhan dasar ini,” ungkap Marjuki, menyoroti lambannya respons aparat desa.

​Marjuki Wiyono, yang berperan sebagai warga yang peduli, memutuskan untuk tidak menunggu uluran tangan pemerintah desa yang tak kunjung datang. Ia mengambil inisiatif untuk menggalang dana swadaya, memanfaatkan jaringan pribadinya untuk menyentuh hati rekan kontraktor, media, dan para donatur hamba Allah lain nya.

​Gerakan kemanusiaan ini berhasil mengumpulkan berbagai jenis bantuan, mulai dari material seperti pasir, koral, dan semen, hingga bantuan finansial,juga kontribusi tenaga dan pemikiran.

Pembanguna pengecoran jalan gang yang digerakkan oleh semangat gotong royong ini, telah berjalan sekitar dua minggu serta melibatkan lima orang tenaga kerja harian dengan upah layak Rp. 100.000 per orang, termasuk fasilitas seperti kopi, rokok, dan makan siang.

​Di balik kesuksesan swadaya ini, Marjuki Wiyono menyisakan nada keprihatinan yang menohok pihak berwenang.

​”Sejak dimulai pengerjaan jalan ini sampai saat ini belum pernah dikunjungi oleh Pak RT dan Pak Kadus, umumnya Pemdes Bantarsari,” keluhnya.

Pernyataan ini menunjukkan rendahnya kepedulian dan ketidakpedulian monitoring dari aparatur desa terhadap infrastruktur vital, meskipun proyek tersebut secara langsung menyentuh kepentingan dasar masyarakat.

​Meskipun harus menanggung beban dan tanggung jawab yang seharusnya diemban oleh Pemdes, Marjuki Wiyono menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah kenyamanan masyarakatnya.

​”Jalan ini saya cor rabat beton sepanjang kurang lebih 150 meter tujuannya agar masyarakat di lingkungan saya ini nyaman,” tambahnya.

​Aksi nyata Marjuki Wiyono ini menjadi cerminan bahwa semangat kemanusiaan dan gotong royong warga mampu ‘mencor’ harapan di tengah kegagalan institusi desa dalam menjalankan tugasnya.

Proyek ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi Pemdes Bantarsari agar lebih responsif terhadap kebutuhan infrastruktur dasar warganya. (Red)

Berita Terkait

Bhaksos di Bulan Ramadhan: PAC Pemuda Pancasila Karangpucung Bagikan 500 Cup Takjil Gratis 
Ahmad Luthfi: Kepemimpinan Humanis dengan Filosofi “Gopeni Nglakoni” di Jawa Tengah
Terkait Serangan Hoaks Terstruktur: Pelaku Penyebar Fitnah Terhadap Gubernur Ahmad Luthfi Terancam UU ITE
Sinergi di Bulan Suci, Gubernur Jateng Gelar Silaturahmi Bersama Komisi II DPR RI dan KAHMI
Transformasi Paradigma: MPC Pemuda Pancasila Cilacap Perkuat Ideologi dan Luncurkan “Akselerasi Program”
Deklarasikan “Jaga Kondusifitas” Polsek Sidareja  Gandeng Ormas dan LSM
Kuasa Hukum Ny. Gita Chindy Layangkan Somasi Keras Terkait Penguasaan Sepihak Bundel Waris Alm. Daryono
Lansia 80 Tahun “Mengemis” Tabungan,Borok KSPPS Surya Utama Nusantara Cilacap Terbongkar

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:51 WIB

Kejati Jabar Mulai Bergerak! Dugaan Korupsi Rp83 Miliar Proyek Revit Sekolah di Tasikmalaya Memanas

Rabu, 25 Februari 2026 - 16:30 WIB

Ketua DPRD Kab. Bandung, Reses Menjadi Ajang Silaturahmi Dengan Masyarakat dan  Kader

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:39 WIB

Anggota DPRD Kab. Bandung dari Fraksi Nasdem Toni Permana, S.H., Gelar reses masa sidang II tahun 2026 di Desa Bumiwangi

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:11 WIB

Ketua DPRD Kab. Bandung Hj. Renie Gelar Reses di  GOR Al- Mufasir Rancabali Kec. paseh

Senin, 23 Februari 2026 - 19:30 WIB

Perkuat Soliditas, Korwil II MPC Pemuda Pancasila Cilacap Serahkan Sertifikat Diklat KOTI Mahatidana 2026

Senin, 23 Februari 2026 - 18:50 WIB

Anggota DPRD Kab. Bandung, Dari Fraksi Demokrat Raindra  Laksanakan Reses Masa Sidang II di Desa Cigentur

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:02 WIB

RSUD Majalaya Berbenah Tingkatkan Rasa Nyaman dan aman Kepada Pasien

Kamis, 19 Februari 2026 - 04:02 WIB

Dadang M Naser Bantu Masyarakat,  Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Bulan Suci Ramadhan

Berita Terbaru