• Home
  • Siak
  • Peresmian Suluk Perdana dan Rumah Ibadah Suluk Darul - Ridho

Peresmian Suluk Perdana dan Rumah Ibadah Suluk Darul - Ridho

Senin, 15 Juli 2019 12:03:00
BAGIKAN:
Gambar Guru Besar DR.Muhamad Nur Ali M.Hum
Revolusi.co.id Dumai - Guru besar Mursyid Tarikat Nagsabandiyah Alkholidiyah - Jalaliyah Buya DR. Muhamad Nur Ali, M.Hum dari bandar tinggi simalungun.
 
Buya Muhamad Nur Ali menyampaikan  kegiatan Suluk perdana yang dilaksanakan di rumah ibadah Suluk Darul - Ridho Kecamatan Dayun Siak  berlangsung sepuluh hari.
 
Ditambahkan lagi, selain kegiatan Suluk sekaligus peresmian rumah ibadah Suluk Darul - Ridho dalam hal ini diresmikan Suluk perdana yang kedua saya laksanakan, pertama dilaksanakan di hutapuli Kecamatan Madina.
 
Guru besar Mursyid TNAJ ( Tarikat Nagsabandiyah Alkholidiyah Jalaliyah ) Buya Muhamad Nur Ali M.Hum mengatakan mengusung program yang mampu menjawab dunia yang fana ini membentuk para jama'ah agar menjadi  ulama yang intelektual dan intelektual yang ulama. 
 
Dikatakan lagi, Khalifah itu harus berpendidikan  S1 dan Syeikh Muda itu harus S2, yang nanti nya kita biayai dan segera saya buat yayasanya.
 
Hal ini untuk menjawab tantangan  dari perkembangan teknologi dan pengetahuan karena tidak dapat dimungkiri bahwa perkembangan-perkembangan itu selain dapat menimbulkan manfaat nyata, juga bisa mendatangkan mudarat akibat penggunaan yang tidak bertanggung jawab.
 
Kedepan kita akan lebih berat lagi menghadapi tantangan yang mana iman rusak, hancurnya hubungan suami istri, anak tidak lagi menjadi anak yang Sholeh, putusnya hubungan silaturahmi, akibat benda yang kecil  yaitu alat tekhnologi canggih yaitu hp. maka dari itu yang hanya bisa menjawab itu semua adalah Tarikat ini melalui zikir yang ikhlas.
 
Bupati Siak Drs. H. Alfedri menghadiri pelaksanaan ibadah Suluk Perdana yang dihadiri oleh ribuan  jamaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah yang berasal dari masing - masing perwakilan  Propinsi se Indonesia di rumah suluk Darul Ridho, Kampung Dayun, Minggu (14/07/2019).
 
 
Bupati Siak Drs H. Alfedri menyampaikan  dalam sambutannya mengaku kagum dengan keberadaan fasilitas ibadah berlantai dua yang ada dalam kompleks rumah Suluk Darul Ridho yang terletak di Kampung Dayun tersebut. Pemimpin Siak itu mendokakan agar para pewakaf yang telah mewakafkan tanah dan bangunan rumah suluk diganjar pahala setimpal dari Allah SWT. "Saya sempat kaget dilokasi ini ada bangunan megah dua lantai. Semoga yang berwakaf mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT”, kata Alfedri mendoakan. 
 
 
Melalui kesempatan tersebut orang nomor satu Negeri Istana menyampaikan sejumlah progres pembangunan dibidang keagamaan yang menjadi bagian dari implementasi visi dan misi Kabupaten Siak.
 
Diantaranya memajukan program pengumpulan dan pemberdayaan zakat, pemerataan pondok pesantren di setiap kecamatan, beasiswa bagi para hafidz quran, Gerakan Magrib Mengaji, serta program mencetak seribu orang penghafal Quran dan lain sebagainya. 
 
 
"Program-program tersebut untuk mendukung dan mempertahankan kondisi sosial budaya masyarakat di kabupaten Siak yang relijius dan agamis. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan keberkahan dari langit dan bumi di negeri ini. Alhamdulillah saat ini sudah banyak anak-anak Siak yang hafal Al quran", sebut Alfedri. 
 
 
Mantan Ketua Badan Amil Zakat (Baznas) kabupaten Siak itu juga menyebut saat ini sudah ada warga Siak yang  telah mewakafkan tanahnya untuk dibangun pesantren hadits dengan harapan dimasa depan akan banyak anak-anak yang menjadi ulama hadits. 
 
 
Pemerintah daerah  juga akan meneruskan berbagai program yang bertujuan memberantas buta aksara Al Quran, diantaranya melalui program binaan kampung sakinah. Melalui program itu diharapkan semakin banyaknya ummat untuk pandai mengaji, rajin sholat berjamaah di masjid, dan bisa membentuk keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. 
 
 
"Untuk kemudahan syiar agama tersebut, saya minta dukungan doa dari para jamaah suluk, agar kita semua senantiasa diberikan keberkahan baik bagi Kabupaten Siak, Riau dan bangsa Indonesia pada umumnya.
 
Kegiatan tersebut ditutup dengan ceramah singkat dari tuan guru H. Thamrin Munthe M.Hum asal Sumatera Utara mantan Walikota Tanjungbalai. Turut hadir perwakilan Gubernur Riau, Staf Ahli Bupati Siak, Camat Dayun, Penghulu dan tokoh Adat. 
 
Penulis SM.Nur Ahmad
 
BAGIKAN:
KOMENTAR