Petani di Kec. Kertasari Kab. Bandung Merasa Tertipu Atas Sistem Kontrak Penanaman Kentang

- Jurnalis

Jumat, 19 September 2025 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab Bandung, REVOLUSI.co.id– Masyarakat petani di wilayah Kertasari Kabupaten Bandung, menyampaikan rasa sedih dan keprihatinan mendalam terkait kerjasama kontrak tanam kentang jenis Atlantik dengan perusahaan Indofood. Sistem kontrak yang diterapkan ternyata menimbulkan kerugian signifikan bagi petani kecil yang menjadi tumpuan kehidupan mereka.

Dalam sistem kontrak itu, petani menerima bibit kentang dari perusahaan dengan harga kontrak sebesar Rp. 10 ribu per kilogram. Namun sangat disayangkan, setelah petani mengeluarkan biaya besar untuk mengurus budidaya kentang, termasuk perawatan dan pemeliharaan, mereka menghadapi kendala berat saat panen. Alih -alih petani sudah mengeluarkan biaya besar, ternyata setelah panen PT. Indofood diduga tidak menerima hasil panen kentang dari para petani sesuai yang telah dikesepakati pada awal pemberian bibit. Akibatnya, kentang-kentang yang sudah dipanen banyak yang membusuk dan rusak di lapangan, dan mengakibatkan kerugian besar bagi petani.

Dengan kerugian yang ditaksir cukup besar, para petani pun mendesak agar semua pihak terkait memberikan perhatian dan kepdeluan serius dan mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang diduga merugikan masyarakat kecil ini.

Bahkan untuk saat ini para petani yang telah melakukan MOU dengan pihak PT. Indofood, mengharap adanya perlindungan hukum dan keadilan, agar praktek kontrak tanam yang merugikan bisa diatasi, dan tidak menimpa lagi para petani yang bergantung pada hasil pertanian sebagai sumber penghidupan.

Menurut informasi yang diperoleh awak media, masalah ini berawal dari kerjasama yang melibatkan perantara lokal antara pihak perusahaan Indofood dengan tokoh masyarakat setempat, salah seorangnya adalah Abah Agus dan Asep Dang Dang, yang dimana dia merupakan ketua kelompok yang memiliki peran dalam menyediakan bibit dan mengatur kontrak dengan para petani.

Keluhan ini menjadi suara penting untuk diperhatikan pemerintah daerah dan instansi yang ada di Kab. Bandung, agar melindungi hak-hak petani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat agraris di Kabupaten Bandung. Perlunya penyelidikan mendalam dan regulasi yang berpihak pada petani supaya terjadi keadilan dan keberlanjutan dalam kegiatan pertanian.(GS)

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

BTS Solokanjeruk Diduga  Tanpa PBG Tanpa AMDAL Pekerja Tanpa Safety, Dan Pemerintah Tutup Mata
BTS di Desa Solokanjeruk Diduga Tanpa  PBG, Satpol PP Tanpa Tindakan
Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Menjadi Momentum Pipin Arifin Jadi Camat Ibun Definitif
Kejati Jabar Mulai Bergerak! Dugaan Korupsi Rp83 Miliar Proyek Revit Sekolah di Tasikmalaya Memanas
Ketua DPRD Kab. Bandung, Reses Menjadi Ajang Silaturahmi Dengan Masyarakat dan  Kader
Anggota DPRD Kab. Bandung dari Fraksi Nasdem Toni Permana, S.H., Gelar reses masa sidang II tahun 2026 di Desa Bumiwangi
Ketua DPRD Kab. Bandung Hj. Renie Gelar Reses di  GOR Al- Mufasir Rancabali Kec. paseh
Perkuat Soliditas, Korwil II MPC Pemuda Pancasila Cilacap Serahkan Sertifikat Diklat KOTI Mahatidana 2026

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:47 WIB

Korwil II Pemuda Pancasila Cilacap Salurkan Amanat Ketua MPC di Nusawungu dan Kroya

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:55 WIB

Proyek Kalijeruk-Sarwadadi: Pelaksana Berikan Klarifikasi Teknis Terkait Retakan Talud dan Spesifikasi Beton

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:52 WIB

Menjemput Marwah Karangpucung: Memilih Arsitek Perubahan, Bukan Sekadar Penguasa Desa

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:00 WIB

Gubernur Jateng Ajak Wartawan ‘Gempur’ Kemiskinan Lewat Keterbukaan Informasi

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:59 WIB

Sinergi Pemprov & Pemkot: Ahmad Luthfi Pastikan Iklim Investasi di Pabrik PT. ACI Salatiga Kondusif

Senin, 9 Maret 2026 - 14:06 WIB

Wujudkan Kepedulian di Bulan Suci, Pemuda Pancasila PAC Binangun Salurkan Amanah Ketua MPC ke Pondok Pesantren

Senin, 9 Maret 2026 - 10:27 WIB

Menguliti Kedok “Baksos” di Lingkungan Sekolah, Edukasi atau Eksploitasi Wali Murid?

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:58 WIB

Bhaksos di Bulan Ramadhan: PAC Pemuda Pancasila Karangpucung Bagikan 500 Cup Takjil Gratis 

Berita Terbaru