Kab. Bandung, REVOLUSI.co.id– Majalaya yang dianggap sebagai kota tua yang dijuluki sebagai kota dolar, namun nasib nya sungguh jauh dari harapan bila dibandingkan dengan Kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung.
Pasar Majalaya yang berada di pusat kota, seakan menjadi titik lemah bagi perkembangan kota Majalaya, relokasi pasar Majalaya pun sering digaungkan dan terus dikumandangkan, namun hasilnya hanya sebuah harapan yang tak pasti.

Pembangunan pasar Majalaya yang baru pun sudah di mulai semenjak pemerintahan di pegang oleh Bupati Dadang Naseer, dan kini berlanjut pemerintahan Bupati Dadang Supriatna, namun pasar Majalaya yang berlokasi di Jalan by pas ( jalan anyar ) Majalaya, tetap saja di huni oleh rumput liar dan ilalang.
Pembangunan yang selalu di gadang gadang akan terselesaikan ternyata hanya sebuah ucapan politik saja ditengah marak nya kampanye. Hingga saat ini pasar Sehat Majalaya Masih mangkrak dan terbengkalai, dan menyisakan bangunan yang tak terselesaikan.
Masyarakat Majalaya hanya diberikan harapan dan harapan tanpa ada penyelesaian, warga pasar pun merasa bingung dan menantikan kapan dan kapan pasar Majalaya yang baru akan terealisasi. Padahal warga pasar ( pedagang ) sudah mengeluarkan kocek yang cukup besar, namun pemindahan pasar pun tak kunjung terealisasikan.
Menurut warga pasar Majalaya lama, saat dihubungi mengatakan,” Pasar Majalaya ibarat sinetron tv yang tak kunjung usai, hanya digunakan sebagai senjata politik saja, ramai ketika ada Pemilu dan pemilihan kepala daerah, setelah usai pupus harapan dan tak lagi tersentuh,” Jelasnya.
“Bahkan warga pasar yang sudah memberikan DP untuk pemesanan kios pun kini raib entah kemana, namun aneh nya semua itu tidak tersentuh hukum. Saya hanya berharap kepada sosok yang benar – benar memperjuangkan relokasi pasar Majalaya, bukan memperjuangkan politik menjual pasar Majalaya,” Terang Kurniawan. ( ASEP BOM )






















