• Home
  • Kesehatan
  • New Normal Ditengah Pandemi Covid-19 Dianggap Berbahaya

New Normal Ditengah Pandemi Covid-19 Dianggap Berbahaya

Minggu, 31 Mei 2020 16:18:00
BAGIKAN:
Ilustrasi new normal

REVOLUSI.CO.ID - Politkus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboebakar Alhabsyi mengingatkan pemerintah untuk belajar dari pengalaman Korea Selatan yang sempat berhasil menangani Covid-19, namun akhirnya kembali muncul ledakan baru pasca akan bersiap menuju transisi New Normal.

Peringatan itu sejalan dengan upaya Presiden Joko Widodo sedang mempersiapkan tatanan New Normal Ditengah Pandemi Covid-19. Sebab rencana tersebut dianggap cukup riskan dan berbahaya, karena Indonesia belum menunjukan pengendalian terhadap Covid-19.

Sejumlah daerah dinggap masih rawan, contoh Surabaya, lonjakan pasien masih cukup tinggi. Pasien positifnya banyak hingga daerah harus di lockdown (karantina total).

"Belajar dari Korsel, baru dua pekan mereka bikin new normal, sekarang sudah naik lagi angka Covid-nya. Akibatnya sekarang Korsel akan melakukan pembatasan kembali," ujar Aboebakar, Minggu, 31 Mei 2020 dilansir dari Vivanews.com.

Menurut Anggota Komisi III DPR ini tidak mudah menerapkan kebijakan new normal. Rencana itu tidak ringan resikonya. Ia juga menyorot sekolah yang akan dibuka juga seiring new normal, yang dianggapnya tidak mudah menerapkan protokol kesehatan di sekolah.

"Apalagi keterbatasan APD sejenis masker, demikian pula keterbatasan luas ruang kelas untuk menerapkan physical distancing,
Berdasarkan data KPAI, sebanyak 831 terinfeksi Covid-19," katanya.

Penulis : DJ

Sumber : Viva.co.id

BAGIKAN:
KOMENTAR