Jelang SPMB SMAN/ SMKN di Jabar Rawan Jalur Belakang Gubernur Harus Bentuk Tim Pengawasan

- Jurnalis

Rabu, 4 Juni 2025 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jawa Barat, REVOLUSI.co.id– Tak butuh banyak waktu lagi Sistem Penerima Murid Baru ( SPMB ) atau Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) tingkat Sekolah Menengah Atas Negeri ( SMAN ) dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri ( SMKN ) akan segera di buka, beberapa jalur PPDB pun sudah dipersiapkan salah satu nya Jalur akademik jalur zonasi dan jalur prestasi.

Kerawanan PPDB ditingkat SMAN/ SMKN akan semakin tinggi walau pun dalam pendaftarannya memalui online, namun tingkat kerawanan dalam penerimaan siswa baru jalur tikus atau jalur belakang sangat tinggi karena minat siswa untuk masuk ke sekolah negeri sangat tinggi. Bahkan banyak orang tua siswa yang rela mengeluarkan baget besar agar anak nya bisa di terima di sekolah negeri.

PPDB jalur belakang ini sudah menjadi budaya untuk di wilayah Jawa Barat, dan seolah – olah ada pembiaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan pemerintah. Budaya jalur belakang ini seharusnya segera diantisipasi sejak dini karena akan merugikan siswa – siswa yang yang berhak masuk ke SMAN / SMKN akan terhambat.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang orang tua siswa SMP, Ahmadi, saat di tanya tentang PPDB tingkat SMAN/ SMKN, mengatakan,” Saya berharap kepada Pemerintah Jawa Barat dalam hal ini Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi untuk segera membentuk tim pengawasan PPDB, karena dalam setiap PPDB banyak siswa yang daftar melalui jalur tikus,” Jelasnya.

“Bila terlalu banyak siswa yang masuk melalui jalur tikus maka banyak pula siswa yang layak masuk akan menjadi korban. Maka untuk antisipasi hal itu Gubernur Jawa Barat harus segera membentuk tim pengawasan PPDB, karena disini akan rawan pungli,” Ungkap nya.

Memang demikian adanya sekolah – sekolah yang berada di tingkat SMAN/ SMKN karena minat masuk siswa sangat tinggi, maka akan terjadi tawar menawar harga, bahkan tidak tanggung – tangung tahun ajaran 2023/2024 pun untuk masuk SMAN /. SMKN dihargai mulai dari Rp. 5 juta sampai dengan Rp. 10 juta. ( REDAKSI )

Berita Terkait

BTS Solokanjeruk Diduga  Tanpa PBG Tanpa AMDAL Pekerja Tanpa Safety, Dan Pemerintah Tutup Mata
BTS di Desa Solokanjeruk Diduga Tanpa  PBG, Satpol PP Tanpa Tindakan
Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Menjadi Momentum Pipin Arifin Jadi Camat Ibun Definitif
Kejati Jabar Mulai Bergerak! Dugaan Korupsi Rp83 Miliar Proyek Revit Sekolah di Tasikmalaya Memanas
Ketua DPRD Kab. Bandung, Reses Menjadi Ajang Silaturahmi Dengan Masyarakat dan  Kader
Anggota DPRD Kab. Bandung dari Fraksi Nasdem Toni Permana, S.H., Gelar reses masa sidang II tahun 2026 di Desa Bumiwangi
Ketua DPRD Kab. Bandung Hj. Renie Gelar Reses di  GOR Al- Mufasir Rancabali Kec. paseh
Perkuat Soliditas, Korwil II MPC Pemuda Pancasila Cilacap Serahkan Sertifikat Diklat KOTI Mahatidana 2026

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:47 WIB

Korwil II Pemuda Pancasila Cilacap Salurkan Amanat Ketua MPC di Nusawungu dan Kroya

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:55 WIB

Proyek Kalijeruk-Sarwadadi: Pelaksana Berikan Klarifikasi Teknis Terkait Retakan Talud dan Spesifikasi Beton

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:52 WIB

Menjemput Marwah Karangpucung: Memilih Arsitek Perubahan, Bukan Sekadar Penguasa Desa

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:00 WIB

Gubernur Jateng Ajak Wartawan ‘Gempur’ Kemiskinan Lewat Keterbukaan Informasi

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:59 WIB

Sinergi Pemprov & Pemkot: Ahmad Luthfi Pastikan Iklim Investasi di Pabrik PT. ACI Salatiga Kondusif

Senin, 9 Maret 2026 - 14:06 WIB

Wujudkan Kepedulian di Bulan Suci, Pemuda Pancasila PAC Binangun Salurkan Amanah Ketua MPC ke Pondok Pesantren

Senin, 9 Maret 2026 - 10:27 WIB

Menguliti Kedok “Baksos” di Lingkungan Sekolah, Edukasi atau Eksploitasi Wali Murid?

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:58 WIB

Bhaksos di Bulan Ramadhan: PAC Pemuda Pancasila Karangpucung Bagikan 500 Cup Takjil Gratis 

Berita Terbaru