• Home
  • Hukrim
  • Ungkap Kasus Tawuran yang Tewaskan 2 Orang di Kemayoran

Ungkap Kasus Tawuran yang Tewaskan 2 Orang di Kemayoran

Minggu, 04 Februari 2018 20:40:00
BAGIKAN:

Revolusi.co.id, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap kasus tawuran yang mengakibatkan dua orang tewas di Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, pada 3 Februari 2018. Pada kasus tersebut, terdapat banyak anak di bawah umur yang ditetapkan menjadi tersangka.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Roma Hutajulu mengungkapkan kronologis insiden tersebut. Pada Minggu 28 Januari 2018 lalu, mulanya terjadi tawuran antar dua kelompok yang melibatkan Komunitas Gang Laler Family (GLF) yang dibantu kelompok Depok dengan Anak Galur.

"Bentrokan tersebut mengakibatkan satu orang luka pada punggung sebelah kanan akibat sabetan celurit berinisial AGA dari kelompok Depok," kata Roma saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakpus, Minggu (4/2/2018).

Roma melanjutkan, kejadian itu ternyata tak dilaporkan kepada pihak kepolisian. Atas kejadian tersebut GLF dan Kelompok Depok berencana melakukan serangan balasan dengan meminta bantuan kelompok Tangerang.

Lalu, pada Jumat 2 Februari 2018 sekira pukul 23.00 WIB, kelompok Tangerang tiba di Gang Laler. Kemudian GLF dan Tangerang menuju patung ondel-ondel di Jalan Benyamin Sueb Kemayoran untuk menunggu kelompok Depok.

Melihat banyak orang berkumpul di tempat itu, anggota Polsek Kemayoran menghampiri dan kelompok GLF serta Tangerang berlarian. "Kami amankan satu orang inisial MF dari kelompok Tangerang membawa ransel berisi empat buah celurit dan satu arit," lanjutnya.

Tak cukup sampai di situ, pada Sabtu 3 Februari kemarin, sekitar pukul 03.00 WIB kelompok GLF bergabung dengan Kelompok Depok serta Tangerang menuju Jalan Letjen Suprapto, tepatnya di lampu lalu lintas Galur, untuk melakukan penyerangan ke kelompok Galur.

Saat tiba di lokasi, mereka langsung menggeber motor guna memancing kelompok Galur. "Kelompok Galur keluar dengan membawa berbagai senjata tajam hingga terjadi tawuran yang mengakibatkan RGH dari kelompok GLF dan MRF dari kelompok Galur tewas," urai Roma.

"Jadi mereka ini ada dendam lama antar kelompok. Sebelum Gang Laler digusur, mereka juga kerap bentrok dengan kelompok Galur. Sekarang mereka masih suka tawuran dengan cara janjian," sambungnya.

Polisi pun bergerak cepat untuk mengungkap kasus ini. Hasilnya, sebanyak 21 orang telah ditetapkan menjadi tersangka. Rinciannya, 8 orang masuk dalam kategori dewasa dan 13 orang tergolong anak di bawah umur.

"Untuk yang di bawah umur kami telah berkoordinasi dengan Bapas dan kemarin pada saat pemeriksaan juga didampingi Bapas. Nanti ditahan di rutan Pondok Bambu," pungkas Roma.(okz)

BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR