• Home
  • Dumai
  • Walikota Zulkifli AS Diminta Evaluasi Kinerja Direktur RSUD Dumai

Walikota Zulkifli AS Diminta Evaluasi Kinerja Direktur RSUD Dumai

Sabtu, 01 Februari 2020 10:52:00
BAGIKAN:
ANTARA
Seorang dokter spesialis keluar dari ruangan seusai mengikuti rapat menyampaikan tuntutan aksi mogok kerja yang tengah dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Selasa (28/1/2020)
Dumai, Revolusi.co.id - Wali Kota Dumai Zulkifli AS diminta evaluasi kinerja Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Dumai karena dinilai tidak profesional memimpin rumah sakit. Hal itu juga agar tidak berdampak buruk pada pelayanan kesehatan masyarakat selanjutnya
 
Pegiat pendidikan Kota Dumai Erwin Rodimart Sitompul menyebut bahwa berbagai persoalan terjadi di rumah sakit tidak boleh dibiarkan lama karena dikuatirkan bisa mengganggu pelayanan dan menimbulkan citra negatif.
 
"Agar permasalahan tidak berlanjut, diharap walikota mencopot Direktur RSUD karena yang akan menanggung salah pengelolaan manajemen ini adalah masyarakat pasien," kata Erwin pada wartawan, Jumat.
 
Dia menilai jika dalam sebuah lembaga atau organisasi pemerintahan sudah tidak baik komunikasi, maka kerja tidak akan maksimal, sehingga bisa berdampak buruk bagi pelayanan kesehatan masyarakat.
 
Karena itu, sebelum ini berdampak lebih serius terhadap masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, maka sebaiknya walikota segera mengambil sikap tegas.
 
"Bukti kinerja gagal adanya aksi mogok kerja belum lama ini dan membuat pasien terlantar karena tidak mendapat penanganan medis, artinya dirut RSUD sudah gagal melakukan fungsi sebagai pimpinan, hingga dokter bereaksi," sebutnya.
 
Saat para dokter mogok kerja, diketahui alasan karena Ridhonaldi susah diajak berkomunikasi dan sedikit arogan dalam mengambil kebijakan, terutama terkait komite medis. Selain itu, juga dikeluhkan kekurangan pelayanan serta fasilitas lainnya.
 
Aksi mogok kerja dokter RSUD Dumai berlangsung dua hari, sejak Senin (27/1) hingga Selasa (28/1), dan mengakibatkan pelayanan Poli dan tindakan operasi Elektif atau yang tidak terjadwal RSUD Dumai terganggu yang dilansir ANTARA.
 
Sekretaris Daerah Kota Dumai Herdi Salioso menyebutkan, mogok kerja dokter karena terjadi salah komunikasi akibat perubahan aturan. Juga terkait persediaan obatan serta pelayanan.
 
Direktur RSUD Dumai, Ridhonaldi mengaku sebagai pejabat struktural terpaksa sering tidak berada di tempat untuk urusan melobi anggaran di kementerian dan mengikuti rapat, dan komunikasi bisa melalui kepala bidang.
 
"Saya harus ikut rapat-rapat di luar dan mencari anggaran di kementerian, jadinya jarang di kantor, namun karena ini menjadi masalah, ke depan komunikasi akan lebih diperbaiki," kata Ridhonaldi.(antarariau)
BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Walikota Zulkifli AS Berharap Semoga Semakin Menyebarkan Kebaikan Literasi di Kota Dumai

    DUMAI, Revolusi.co.id  – Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyelenggarakan Seminar Literisasi Perpustakaan Kota Du
  • Staf Ahli Setdako Dumai Resmikan Sonaview Hotel

    DUMAI, RIAUGREEN.COM  – Walikota Dumai dalam hal ini diwakili oleh Stah Ahli H. Fauzi Efrizal, S.Sos, M.Si hadir sekaligus meresmikan Sonaview Hotel. Kamis (20/02/

  • Pelindo I Cabang Dumai Gelar Aksi Donor Darah

    DUMAI, Revolusi.co.id - PT Pelindo I (Persero) Cabang Dumai menggelar aksi donor darah, Rabu (19/02/2020) pagi di Kantor Pelindo I Cabang Dumai Jalan Sultan

  • Memasuki Bulan K3 Nasional Tahun 2020,PT SDS Gelar Donor Darah

    Dumai, Revolusi.co.id– PT Sari Dumai Sejati (Apical) yang berlokasi di Dumai, Riau, mendukung pelaksanaan Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) 20

  • KOMENTAR