• Home
  • Dumai
  • Terdakwa Hanafi Atan Bantah Saksi Pertamina Terkait Pemalsuan Surat Tanah

Terdakwa Hanafi Atan Bantah Saksi Pertamina Terkait Pemalsuan Surat Tanah

Senin, 18 Mei 2020 14:23:00
BAGIKAN:
Proses Persidangan terdakwa Hanafi Atan terkait Pelmasuan Surat Tanah
DUMAI. Revolusi.co.id - Sidang lanjutan dugaan pemalsuan surat tanah melibatkan mantan Lurah Pelintung dan Bacalon Walikota Dumai Hanafi Atan, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Dumai, Senin (18/5/2020).
 
Sidang diketuai majelis hakim Renaldo Tobing SH,MH, anggota Alfonsus Nahak SH,MH dan Wahab SH,MH, menghadirkan terdakwa Hanafi Atan dan Mansyur serta saksi Ferry dari Pertamina dan Tengku Rubiah mantan karyawan PT Pertamina RU II Dumai.
 
Fery dalam kesaksian mendapat kuasa dari direksi Pertamina untuk menjadi saksi dalam perkara pemalsuan tanah Pelintung atas nama terdakwa Hanafi Atan dan Mansyur diduga pelaku.
 
Fery mengatakan bahwa terdakwa Hanafi Atan, pada saat menjabat lurah Pelintung menerbitkan surat tanah berbentuk Surat Keterangan Mengusahakan Sebidang Tanah (SKMST).
 
"Kalau ada surat lain keluar dari surat milik Pertamina yang terbit pada tahun 1974 berarti surat itu palsu," tegas Fery.
 
Menurut dia, Pertamina memiliki surat pernyataan dan ganti rugi. Namun ia mengaku tidak tau bagaimana cara hanafi memalsukan surat atau siapa yang memalsukan surat tanah tersebut.
 
Terkait pemalsuan surat tanah menurut saksi dirinya mengetahui perkara itu dalam sidang perdata yang telah digelar pada tahun 2017 antara Pertamina dengan Awaludin. "Pernah lihat surat peralihannya. Menurut saya itu surat palsu," tutur Fery.
 
Lanjut dia menjawab pertanyaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agung Nugroho SH, setelah melihat surat tersebut pihaknya lantas melapor ke polisi.
 
"Saya tau tidak ada tanah yang diterbitkan diatasi tanah Mansyur. Tapi pastinya saya tidak tau siapa yang memalsukan," pungkas Fery.
 
Dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Pertamina rugi 26 miliar. Kerugian itu dihitung dari proyek pengambilan tanah di Pelintung dan itu hitungan dari Pertamina sendiri.
 
Sementara itu atas kesaksian dari pihak Pertamina terdakwa Mansur membantah sebagian keterangan saksi. 
 
"Keterangan saksi ada yang benar ada juga yang salah. Yang salah adalah surat tanah tahun 2009 bukan diatas tanah pertamina," ujar Mansur.
 
Senada dengan Mansur, terdakwa Hanafi Atan juga menyatakan bahwa keterangan saksi Fery banyak yang salah. Menurutnya surat yang diserahkan oleh sembilan orang pemilik tidak otentik.
 
"Saya mengeluarkan surat atas tanah ada pohon karet dan intinya tidak memalsukan," tegas Hanafi.
 
Namun demikian, meski kesaksian dibantah kedua terdakwa, saksi Fery tetap pada kesaksiannya.
 
Penulis : Chandra Sahputra
BAGIKAN:
KOMENTAR