• Home
  • Dumai
  • Permintaan Pedagang Untuk Dispensasi, Ditolak Tim PSBB

Permintaan Pedagang Untuk Dispensasi, Ditolak Tim PSBB

Selasa, 19 Mei 2020 20:34:00
BAGIKAN:
Gambar Rapat tentar Dispensasi antara Tim PSBB dengan Masyarakat Pedagang
 
Revolusi.co.id, Tindak lanjut dari aksi demontrasi pedagang yang menolak pembatasan waktu berjualan di Pasar Senggol, Jalan Sudirman, Kecamatan Dumai Kota, Kota Dumai Senin (18/5/2020) malam, pasca diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dilakukan pertemuan antara pedagang dengan tim PSBB di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Jalan HR Soebrantas.
 
Pertemuan itu dihadiri Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudistira selaku pimpinan beserta jajaran Tim PSBB Dumai, dan perwakilan para pedagang juga mahasiswa, Selasa (19/5/2020) siang sekira pukul 14.00 WIB.
 
Pertemuan berlangsung kondusif. Pedagang menuturkan penyebab terjadi gesekan antara ratusan pedagang dengan petugas PSBB pada Senin malam.
 
Menurut mereka, petugas mendatangi para pedagang di sekitaran pasar Senggol agar segera menutup atau menghentikan aktifitas jual beli dengan bahasa yang tidak semestinya dan terkesan arogan.
 
"Semalam pedagang terpancing dengan petugas yang bahasanya tidak menyejukan," ujar Anuardi, salah satu perwakilan pedagang.
 
Maka dari itu, ia melanjutkan sesuai dengan permintaan Kapolres Dumai pada saat kejadian Senin malam, dengan membawa apa yang jadi keinginan pedagang pihaknya hadir dalam pertemuan.
 
Anuardi menjelaskan, akibat diberlakukan PSBB pedagang mengalami kerugian hingga mencapai 75 persen. Dimana pedagang cuma diberi waktu berjualan sampai dengan pukul 20.00 malam.
 
"Kami pedagang mohon 4 hari saja sampai hari raya untuk dapat berjualan, untuk dapat dibantu agar tidak ada petugas," tegasnya.
 
Menanggapi permintaan para pedagang, Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudistira, meski tidak menolak secara langsung permintaan pedagang ia memaparkan bahwa penerapan PSBB di Kota Dumai dibandingkan dengan penerapan di daerah lain sudah lebih banyak toleransi.
 
"Kita bersama-sama membuat peraturan secara parsial. Perwako dengan berlandaskan pergub sudah banyak toleransi. Jadi tolonglah kesadaran secara kolektif," ujar Ananta.
 
Kapolres juga sebelum meminta maaf atas sikap petugasnya pada malam kejadian. Menurutnya apa yg di lakukan utk mencegah penyebaran covid-19 dan penerapan PSBB karena sudah disetujui. 
 
"Tetap protokol kesehatan diutamakan. Kita menyadari ini mempengaruhi semua sektor. Terkait dampak pemerintah juga memberikan bantuan," katanya.
 
Meski secara tidak langsung menolak permintaan dispensasi para pedagang, para pedagang tetap kekeuh agar permintaan mereka dipenuhi. Sempat terjadi dapat antar kedua pihak.
 
Para pedagang tampak kesal. Apalagi Walikota Dumai Zulkifli AS yang diharapkan datang menemui pedagang tidak kunjung muncul.
 
Karena kemauan pedagang tidak dapat dipenuhi dan pertemuan tidak mendapat mufakat, mereka lantas membubarkan diri.
 
Dikonfirmasi Revolusi.co.id terkait kemungkinan berulang peristiwa Senin malam, Kapolres menegaskan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat.
 
"Mudah-mudahan tidak terjadi. Kita juga telah berkoordinasi dengan para tokoh," ungkapnya.
 
Penulis : Chandra Sahputra
BAGIKAN:
KOMENTAR