• Home
  • Dumai
  • Ketua Bawaslu : Eko Suharjo Masih Tetap Tersangka

Ketua Bawaslu : Eko Suharjo Masih Tetap Tersangka

Senin, 02 November 2020 16:35:00
BAGIKAN:
Gambar Bawaslu Zulfan ST.
 
Revolusi.co.id Dumai, " Yang dihentikan itu kasus lain. Sedangkan tindak pidana yang menetapkan Eko Suharjo sebagai tersangka masih berjalan. Saat ini prosesnya di kejaksaan," 
 
Zulfan, ST
Ketua Bawaslu Dumai 
 
DUMAI - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Dumai, Zulfan, ST menegaskan proses hukum terhadap tindak pidana Pilkada dengan tersangka Calon Walikota Dumai nomor urut 2, Eko Suharjo masih berjalan. Saat ini prosesnya di Kejaksaan Negeri Dumai. 
 
" Masih (kasus tersangka Eko Suharjo,red) berjalan," ujar Ketua Banwaslu Dumai, Zulfan, ST kepada wartawan, Senin (02/11/20). 
 
Menjawab wartawan terkait beredarnya surat putusan Bawaslu Dumai tentang dihentikannya proses laporan dugaan pelanggaran Pilkada yang dilakukan Eko Suharjo, dikatakan Zulfan yang dihentikan itu perkaranya berbeda. 
 
" Yang dihentikan itu kasus lain. Sedangkan tindak pidana yang menetapkan Eko Suharjo sebagai tersangka masih berjalan. Saat ini prosesnya di kejaksaan," papar Zulfan, ST. 
 
Sebelumnya sempat beredar di media sosial lembaran putusan Bawaslu Dumai tentang penghentian laporan kasus kasus Eko Suharjo. Dengan menampilkan foto lembaran putusan Bawaslu tersebut, seolah-olah Eko Suharjo tidak terbukti melakukan tindak pidana Pilkada yang berujung pada penetapannya sebagai tersangka. 
 
Sementara penetapan Eko Suharjo sebagai tersangka tindak pidana Pilkada ditegaskan oleh Koordinator Gakkumdu Dumai, Agung Irawan. 
 
" Benar, kita menetapkan Eko Suharjo salah satu calon kepala daerah sebagai tersangka tindak pidana Pilkada," kata Koordinator Gakkumdu Kota Dumai, Agung Irawan, Selasa (20/10/2020) lalu. 
 
Agung mengungkapkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polres Dumai terkait kasus Eko sudah diterima pada Senin (19/10) kemarin. SPDP itu merupakan tindak lanjut dari laporan Bawaslu yang diteruskan ke polisi. 
 
"Laporan pertama dari pihak Bawaslu Dumai terkait melibatkan ASN dalam kampanye. Dari laporan Bawaslu tersebut akhirnya ditetapkan sebagai tersangka," kata Agung yang juga menjabat Kasi Pidum Kejari Dumai. 
 
Agung mengatakan, dalam tindak pidana ini, proses untuk segera dibawa ke meja hijau tenggat waktunya hanya 14 hari kerja. Selanjutnya, kasus yang menjerat Eko akan segera disidangkan. 
 
" Ya 14 hari kerja ke depan, kasus ini akan disidangkan," pungkas Agung.(*)
BAGIKAN:
KOMENTAR