Proyek PGN Didemo Lagi

Kami Butuh Air Bersih Bukan Gas

Kamis, 27 April 2017 16:01:00
BAGIKAN:
Foto: Toy Jepreter
Massa ARDB menyampaikan orasinya
REVOLUSI.CO.ID, DUMAI - Gaduh masalah pemasangan pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) di Kota Dumai, nampaknya tak kunjung tuntas dengan masyarakat di Kota Pelabuhan dan Industri.
 
Buktinya, Rabu (26/4/17) masyarakat bernamakan Aliansi Rakyat Dumai Bersatu (ARDB) kembali melakukan aksi demo menolak pipa gas PGN di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat.
 
Massa berjumlah 50 orang itu melakukan aksi dengan cara memblokir jalan dan membentangkan spanduk bertuliskan mulai dari Stop Pemasangan Pipa Gas PGN hingga Reguliasi Izin Haru Jelas.
 
Massa juga menyampaikan enam point tuntutan kepada perusahaan PGN dan Pemerintah Kota Dumai. Adapun tuntutan pertama yaitu keterbukaan informasi terkait prosedur pembangunan pipa PGN. 
 
Tuntutan kedua, pedemo meminta manfaat langsung kepada masyarakat pada saat ini dan kedepannya juga harus jelas. Ketiga, meminta penjelasan terkait Right Of Way (ROW) atau lahan yang dibebaskan sepanjang 25 meter. 
 
Keempat, pendemo meminta ruang terkait uji publik dan konsultasi publik harus dilakukan di awal sebagai keikutsertaan masyarakat terhadap pembangunan pipa gas PGN.
 
Kelima, pendemo juga meminta penjelasan terkait perizinan dan hak-hak masyarakat dalam forum dialog resmi yang difasilitasi pemerintah dan menggunadang PGN, Masyarakat, Tokoh Masyarakat, LAM dan DPRD Dumai.
 
Keenam, massa pendemo juga meminta pekerjaan penanaman pipa gas PGN ini di stop sementara sampai ada penjelasan detail terkait pembangunan pipa PGN ini dari awal hingga selesai nantinya.
 
Roni Iriandani, dalam orasinya meminta kepada Pemerintah Kota Dumai, dalam hal Wali Kota Dumai Zulkifli AS untuk menghentikan sementara penanaman pipa gas milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini.
 
"Kami masyarakat butuh air bersih bukan butuh gas, Walikota Dumai sesuai janjinya ingin segera merealisasikan air bersih, tapi pada kenyataanya malah pipa gas diwujudkannya," tegasnya dalam corong orasi.
 
Aan Hadi Putra, Roni Iriandani, Hari dan Ade, bersama pendemo lainnya mengatakan bahwa aksi turun ke jalan ini murni kepentingan masyarakat dan bukan ada kepentingan politik dan elit yang ada.
 
"Kami turun ke jalan menyuarakan nasib rakyat Dumai. Kami berdiri di sini bukan ada titipan dari oknum-oknum tidak bertanggungjawab. Jadi, kami mutlak melakukan aksi demi rakyat," tegasnya.
 
Aksi demo masyarakat dan mahasiswa itu juga ditemui Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Dumai Hendri Sandra. Tampak hadir juga anggota DPRD Dumai, Johannes MP Tetelepta.
 
Pada aksi ini juga mendapat kawalan aparat kepolisian setempat. Meski terjadi kemacetan di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Purnama, tapi semuanya berjalan lancar hingga usainya aksi demo tersebut.(RHC)
BAGIKAN:
KOMENTAR