• Home
  • Dumai
  • Hanafi di Vonis Setengah Dari Tuntutan, Jaksa dan Penasehat Hukum Pikir-Pikir

Hanafi di Vonis Setengah Dari Tuntutan, Jaksa dan Penasehat Hukum Pikir-Pikir

Senin, 22 Juni 2020 20:20:00
BAGIKAN:
Terdakwa Hanafi Sempat Hadiri Sidang Vonis
 
DUMAI (REVOLUSI.CO.ID) - Pengadilan Negeri Klas 1A Dumai menjatuhkan vonis kepada terdakwa pemalsuan surat tanah Hanafi Atan, selama 1 (satu) tahun kurungan penjara, pada Senin (22/6/2020).
 
Sebelum pembacaan amar putusan, terdakwa Hanafi Atan yang hadir pada sidang digelar video confrence sempat mengaku sedang tidak enak badan, dan minta sidang putusan ditunda.
 
Tetapi majelis hakim diketuai Renaldo Tobing SH,MH, hakim anggota Abdul Wahab SH,MH dan Alfonsus Nahak SH,MH, menolak permintaan terdakwa dan tetap melaksanakan sidang tanpa dihadiri terdakwa.
 
"Karena terdakwa menyatakan sedang tidak enak badan, maka majelis mempersilahkan terdakwa untuk meninggalkan sidang namun sidang putusan tetap kita bacakan tanpa kehadiran terdakwa," kata Ketua majelis hakim Renaldo Tobing.
 
Amar putusan dibacakan secara bergantian oleh majelis hakim. Dalam putusan berbunyi bahwa terdakwa Hanafi Atan bersalah atas perbuatan penerbitan surat SKMST atas permohonan terdakwa Mansur.
 
Perbuatan terdakwa tidak terbukti dalam dakwaan primair. Namun memenuhi unsur dakwaan subsidair, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 263 ayat (2) KUHP Jo pasal 56 ke-2 KUHP.
 
"Terdakwa Hanafi Atan dinyatakan bersalah dan memenuhi unsur dakwaan subsidair. Atas perbuatan tersebut terdakwa di vonis 1 tahun penjara," ujar Ketua majelis hakim, Renaldo Tobing.
 
Atas vonis tersebut hakim meminta tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Dumai, Agung Nugroho SH dan Penasehat Hukum (PH) terdakwa Junaidi SH dan keduanya sepakat menyatakan pikir-pikir.
 
Adapun sebelumnya dalam agenda sidang tuntutan, JPU Agung Nugroho menuntut terdakwa Hanafi Atan mantan lurah Pelintung dan pernah mencalonkan diri untuk maju sebagai Bacalon Walikota Dumai, selama 2 tahun kurungan. Maka vonis majelis hakim hanya setengah dari tuntutan jaksa.
 
 
Penulis: Chandra Saputra

 

BAGIKAN:
KOMENTAR